Suara.com - Beberapa mantan pemain basket NBA meninggal karena sakit jantung hanya dalam waktu tiga minggu, di usia relatif belum terlalu tua (di bawah 64 tahun). Pemain-pemain itu adalah Moses Malone, Sixer Darryl Dawkins dan Sixer Caldwell Jones.
Kematian mereka menimbulkan tanya di benak publik penggemar basket, apakah orang jangkung memang berumur lebih pendek?
Sebuah studi 1992 yang meneliti catatan kematian hampir 1.700 orang menemukan bahwa, rata-rata lelaki yang lebih pendek dari 175 cm tutup usia pada usia 71 tahun. Sementara, lelaki yang lebih tinggi dari 190 cm, rata-rata meninggal lebih cepat, yaitu pada usia 64 tahun.
"Hampir pada setiap spesies, individu yang lebih kecil hidup lebih lama," kata Thomas Samaras, yang menjalankan Reventropy Associates di San Diego, sebuah organisasi nirlaba yang meneliti konsekuensi dari pertambahan populasi dunia.
Sementara itu, Medical Daily mengatakan, kaitan antara angka harapan hidup dengan tinggi badan, dilatarbelakangi oleh kasus gigantisme dan okromegali.
Seperti dilansir dari Meet Doctor, gigantisme, kata dr. Deffy Leksani Anggar Sari, adalah kondisi kelebihan pertumbuhan, dengan tinggi dan besar yang di atas normal. Gigantisme, lanjut dia, disebabkan oleh kelebihan jumlah hormon pertumbuhan.
Tinggi orang dewasa yang mengalami gigantisme dapat mencapai 2,25 - 2,40 meter. Akromegali juga merupakan kondisi kelebihan hormon pertumbuhan, hanya bedanya jika gigantisme muncul sejak kanak-kanak, akromegali muncul saat dewasa.
Hormon pertumbuhan diproduksi oleh kelenjar hipofisis. Hipofisis merupakan kelenjar kecil yang terletak di dasar otak di belakang batang hidung dan menghasilkan sejumlah hormon.
Hormon pertumbuhan ini memainkan peran penting dalam mengelola pertumbuhan fisik seseorang. Pada kedua kondisi ini, kelebihan hormon pertumbuhan dapat memicu tumbuhnya tumor di kelenjar hipofisis.
Baik gigantisme maupun akromegali bisa disembuhkan. Empat tahun laku, penderita akromegali, Sultan Kosen yang merupakan pria tertinggi di dunia (280,84 Cm) disembuhkan oleh empat dokter dari University of Virginia Medical Center dengan terapi Gamma Knife radiosurgery.
Sayangnya, identifikasi akromegali seringkali terlambat. Banyak penderitanya keliru mengartikan gejala akromegali dengan pembengkakan.
Gejala umum gigantismr dan akromegali adalah pembesaran tangan, kaki di luar ukuran normal. Gejala lain seperti penebalan bibir dan kening menonjol keluar sering datang setelah kelainan dalam tahap lanjut.
Karena alasan inilah, banyak penderitanya terlambat mendapat pertolongan medis dan mengalami komplikasi artritis, tekanan darah tinggi, sakit jantung dan kanker.
Jika komplikasi penyakit-penyakit ini terjadi pada orang dengan akromegali, seringkali menyebabkan kematian prematur (10 tahun lebih awal). Studi menemukan, 60 persen orang dengan akromegali meninggal dunia, karena gangguan kardiovaskular termasuk sakit jantung, 25 persen karena gangguan pernapasan, 15 persen karena neoplasis atau tumor.
Tag
Berita Terkait
-
Nggak Sekadar Tinggi Badan, Ini Aspek Penting Tumbuh Kembang Anak
-
4 Aplikasi Mengukur Tinggi Badan dengan Hasil Akurat bagi Pengguna HP Android
-
Menko PMK Sindir Paradigma Kesehatan: Bukan Sekadar Panjang Umur, Tapi Masa Tua Berkualitas
-
7 Rekomendasi Motor yang Cocok untuk Tinggi Badan 140 cm: Bodi Kecil, Bobot Ringan
-
Honda Siapkan Motor Retro untuk Pengendara Bertinggi 150 cm: Bukan Honda Monkey, tapi...
Terpopuler
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- 7 HP Paling Murah yang Bisa Kamu Beli saat Idulfitri 2026
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi
-
Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga
-
Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan
-
Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal