Suara.com - Tidak semua pewarna rambut memberikan hasil yang baik, bahkan pewarna rambut yang dikenal terbuat dari bahan-bahan alami sekalipun.
Inilah yang dialami oleh Chemese Armstrong yang memiliki alergi terhadap salah satu komponen umum dalam pewarna rambut yang disebut Paraphenylenediamine (PPD).
Lalu ia pun berpaling ke Henna, pewarna rambut alami yang dipercayanya menjadi pilihan aman. Bahkan, penggunaan pewarna rambut Henna ini direkomendasikan kepada Armstrong oleh dokter kulitnya.
Sayangnya, Henna justru bereaksi lebih buruk dibandingkan pewarna rambut yang mengandung PPD. Wajah dan matanya menjadi bengkak luar biasa, hingga ia tak bisa melihat. Sementara kulit kepalanya terbakar dan terasa gatal.
Ia pun mengunggah foto reaksi alergi yang menyakitkan itu di Instagram, dan menulis "Saya sakit parah, kulit kepala saya terasa terbakar dan gatal di seluruh wajah membuat saya benar-benar bengkak. Bagian yang paling menakutkan tentang semua ini adalah bahwa mata saya sangat bengkak. Sehingga saya tidak bisa melihat selama 2 hari".
Ia melanjutkan, "Dokter saya takut bahwa hal ini akan mempengaruhi pernapasan saya, tapi hal itu tidak terjadi. Pada hari ini mata saya sudah terbuka dan saya bisa melihat lagi, tapi wajah saya masih sangat bengkak (saya tidak suka melihat diri saya),"
Untungnya, Armstrong tidak mengalami sakit yang lebih parah. Ia merasa bahwa keadaannya akan segera membaik.
"Saya benci bahwa ini harus terjadi, tapi sekarang saya akan menjadi lebih fokus memastikan bahwa kesehatan saya adalah prioritas nomor satu," ungkap dia.
Kisah ini menunjukkan bahwa hal-hal yang nampaknya aman, tidak bisa dipastikan tanpa risiko, seperti yang diperingatkan Armstrong dalam sebuah video di YouTube, "Sangat penting Anda bisa lebih memperhatikan apa yang Anda masukkan pada tubuh Anda". (Cosmopolitan)
Tag
Berita Terkait
-
5 Lipstik Anti Alergi untuk Bibir Sensitif dan Sering Pecah-Pecah
-
Teknologi Baru untuk Bunda! Risiko Alergi Anak Kini Bisa Dicek Lewat HP
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Jessica Iskandar Tumbang Usai Santap Makanan Mentah, Vincent Verhaag Ungkap Kronologinya
-
Sosok Felicia Elizabeth yang Laporkan Owner Bake n Grind ke Polisi
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
Prabowo Copot Dadan Hindayana, Nanik S Dayang Resmi Jadi Kepala BGN!
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
Terkini
-
Ribuan Sekolah Bergerak, Kesadaran Membangun Budaya Hidup Sehat Kian Menguat
-
Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern