Suara.com - Bila Anda kerap merasa lemas dan pusing, terutama saat menstruasi, bisa jadi penyebabnya adalah kurang darah. Bila ini yang terjadi, maka Anda butuh makanan penambah darah.
Kekurangan darah tidak bisa dianggap sepele. Pasalnya, peran sel darah merah sangat penting di dalam tubuh, karena berfungsi sebagai alat transportasi penghantar oksigen ke seluruh jaringan tubuh, dan membantu mengeluarkan karbondioksida dari dalam tubuh.
Karena perannya yang penting inilah, sel darah merah harus berada dalam jumlah stabil untuk bisa memastikan tubuh tidak kekurangan oksigen dan zat besi yang terkandung dalam protein hemoglobin. Hemoglobin memiliki warna merah cerah, yang memberikan warna merah pada darah.
Sumsum tulang belakang pada manusia memiliki tugas memproduksi sel darah merah, karena seiring dengan berjalannya waktu, sel darah merah akan menua dan mati. Sel darah merah dapat diproduksi dalam jumlah yang lebih banyak dengan mengonsumsi makanan yang tepat.
Anemia adalah tanda bahwa Anda kekurangan zat besi yang harus segera Anda atasi. Normalnya, manusia membutuhkan setidaknya 8 mg zat besi setiap harinya, dengan jumlah yang 10 mg lebih banyak pada perempuan yang sedang haid.
Untuk memenuhi rekomendasi harian tersebut, dr. Deffy Leksani Anggar Sari, konsultan Meet Doctor menganjurkan untuk mengonsumsi makanan berikut ini:
1. Makanan kaya zat besi
Tubuh manusia membutuhkan cukup mineral zat besi untuk bisa memproduksi hemoglobin yang akan membawa dan menyimpan oksigen dalam tubuh. Makanan yang dapat menyediakan zat besi bagi tubuh dan harus dikonsumsi secara reguler meliputi daging merah, daging organ seperti ginjal dan liver, kacang-kacangan, lentils, sayuran berdaun hijau seperti bayam dan kale, prun kering, raisin kering dan kuning telur.
2. Makanan kaya akan asam folat
Asam folat atau vitamin B9 merupakan vitamin B kompleks yang membantu tubuh memproduki sel darah merah yang sehat. Jika kekurangan asam folat, manusia akan dapat menderita anemia. Untuk mendapatkan manfaat asam folat, makanan yang harus dikonsumsi meliputi makanan yang sudah diperkaya dengan asam folat seperti roti dan sereal, sayuran hijau berdaun, kacang-kacangan kering, kacang polong dan kacang.
3. Makanan kaya akan vitamin B-12
Jenis vitamin B kompleks lainnya yang diperlukan dan penting untuk sintesis DNA, serta produksi sel darah merah pada sumsum tulang belakang adalah vitamin B-12. Rendahnya kadar vitamin B-12 dalam tubuh dapat mengakibatkan pembagian sel-sel yang abnormal pada sumsum tulang belakang sehingga sel darah merah yang terbentuk kurang matang dan menjadi megaloblasts.
Orang-orang yang mengalami megaloblasts biasanya akan mengalami anemia megaloblastic karena adanya sel darah merah yang abnormal dan tidak sanggup menyimpan maupun menghantarkan oksigen ke berbagai jaringan pada tubuh. Dapatkan vitamin B-12 dari makanan protein hewani serta makanan yang diperkaya dengan vitamin B-12.
Liver sapi, ikan, daging merah, telur, susu dan sereal yang diperkaya dengan vitamin B-12 akan membantu tubuh memiliki asupan vitamin B-12 secara konsisten dan mencukupi.
Tag
Berita Terkait
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Apa Itu Gangguan Tiroid? Bikin Diet Gagal Terus!
-
Apa Itu Gangguan Tiroid? Bikin Diet Gagal Terus!
-
5 Terapi Obesitas yang Mulai Banyak Digunakan, dari Diet hingga Balon Lambung
-
Hasil Studi IHDC: 1 dari 5 Anak Jakarta Alami Gangguan Memori Akibat Anemia
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?