Suara.com - Tanya:
Selamat pagi Dokter,
Salam kenal. Saya seorang perempuan, sudah menikah dan kini sedang mengandung. Dok, apakah kelapa muda bagus untuk ibu hamil? Katanya kalau masih hamil muda tidak boleh minum kelapa muda, kalau hamilnya besar baru boleh, benarka?
RR
Jawab:
Selamat pagi Saudari RR,
Mengonsumsi kelapa muda selain dapat melepaskan dahaga, air kelapa juga menyehatkan. Itu sebabnya banyak yang menyarankan air kelapa untuk ibu hamil.
Saat ini banyak minuman kemasan yang mendompleng manfaat air kelapa. Bahkan, banyak yang mengklaim sebagai minuman hidrasi super.
Jika Anda sedang hamil dan ingin mengonsumsi air kelapa, pastikan meminum air kelapa asli, bukan air yang memiliki rasa kelapa. Berikut beberapa manfaat dari air kelapa
1. Memperkuat sistem kekebalan tubuh
2. Membantu mengurangi kelelahan
3. Mencegah infeksi saluran kencing
4. Melancarkan sirkulasi darah
5. Mengatasi konstipasi
Air kelapa untuk ibu hamil memang memiliki sejumlah manfaat, namun perhatikan beberapa hal berikut jika hendak mengonsumsinya:
1. Jangan berlebihan
Sesuatu yang berlebihan tentu saja tidak baik. Meski enak dan mengandung banyak manfaat, jangan sampai air kelapa menggantikan posisi air putih. Tetap saja air putih adalah minuman utama.
2. Konsumsi air kelapa berasal dari buahnya
Pastikan air kelapa yang diminum berasal langsung dari kelapa yang muda dan segar. Jika bisa, pastikan pemotongan kelapa dilakukan di depan Anda.
3. Konsumsi kelapa segar
Upayakan untuk mengonsumsi air kelapa segera setelah dipotong agar lebih segar dan nutrisi di dalamnya masih utuh.
4. bila terasa tak nyaman, hentikan konsumsi kelapa
Hentikan mengonsumsi air kelapa jika ibu hamil tidak menyukai rasanya atau malah membuatnya tidak nyaman.
Pada intinya boleh saja Anda mengonsumsi kelapa selama kehamilan di usia kehamilan berapapun, serta tidak ada bedanya kelapa muda dengan kelapa ijo.
Selama Anda mengikuti beberapa hal yang telah diuraikan, maka Anda akan mendapatkan manfaat dari konsumsi air kelapa tersebut. Demikian penjelasan yang dapat disampaikan, semoga membantu. Terima kasih.
Dijawab oleh: dr. Deffy Leksani Anggar Sari
Sumber: www.meetdoctor.com
Tag
Berita Terkait
-
Kenapa Indonesia Butuh Susu Ibu Hamil, tapi Negara Lain Tidak?
-
Mandi Makin Nyaman: 5 Rekomendasi Body Wash Aman untuk Bumil
-
Viral Ibu Hamil Meninggal, Kontraksi Disebut Asam Lambung oleh Rumah Sakit di Aceh
-
Mudik saat Hamil? Ini 6 Tips Penting agar Perjalanan Tetap Aman dan Nyaman!
-
10 Menu Buka Puasa Ibu Hamil, Baik untuk Kesehatan dan Perkembangan Janin
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin