Suara.com - Upaya pengendalian malaria di Indonesia yang sudah dimulai sejak 5 dasawarsa lalu, kini telah membuahkan hasil. Hal ini ditandai dengan angka kejadian malaria atau annual parasite incidence (API) yang secara nasional hanya 0,85 kasus per 1000 jiwa pada 2015.
Hal ini disampaikan Sekretaris Ditjen Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Desak Made Wismarini saat membuka seminar Tata Laksana Kasus Malaria Terkini dalam rangkaian peringatan Hari Malaria ke-9 di Jakarta.
Dalam sambutannya ia juga menyebut, lebih dari 80 persen kabupaten/kota di wilayah Jawa, Bali, dan Sumatera Barat berhasil mencapai eliminasi malaria.
"Ini artinya, sekitar 74 persen penduduk Indonesia telah hidup di daerah bebas penularan malaria," ujar Made.
Meski Indonesia belum benar-benar terbebas dari risiko penularan malaria, Made mengatakan bahwa kasus malaria dari tahun ke tahun semakin menurun. Ia mencontohkan pada 2010 dilaporkan sebanyak 465.764 kasus positif malaria di Indonesia yang pada 2015 lalu menurun menjadi 209.413 kasus.
Sementara itu drg R.Vensya Sitohang selaku Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik menambahkan, tercatat 238 kabupaten dan kota di Indonesia yang telah mencapai eliminasi malaria yang ditandai dengan pemberian sertifikat oleh Menteri Kesehatan.
Pihaknya menargetkan, 2020 Indonesia dapat mencapai eliminasi malaria secara nasional.
"Sebenarnya target eliminasi global pada 2030, tetapi dengan komitmen yang ditunjukkan oleh Pemda dan Pemprov, kami yakin dapat mencapai target eliminasi sebelum tahun 2020," ujar Vensya.
Sedangkan di tingkat global, menurut World Health Organization (WHO), angka kesakitan dan kematian akibat malaria juga cenderung menurun pada periode 2005-2015. Meskipun demikian, masih ada lebih kurang 3,2 miliar jiwa atau hampir separuh penduduk dunia yang berisiko tertular penyakit malaria.
"Dan dari seluruh jumlah kematian akibat Malaria di dunia, sekitar sepertiga atau 306 ribu terjadi pada balita," pungkas Made.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- Bacaan Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh, Kapan Waktu yang Tepat untuk Membacanya?
- Menkeu Purbaya Pastikan THR ASN Rp55 Triliun Cair Awal Ramadan
- LIVE STREAMING: Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 2026
- Pemerintah Puasa Tanggal Berapa? Cek Link Live Streaming Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 2026
Pilihan
-
Resmi Dibuka! Jadwal Penukaran Uang Baru 2026 Periode Kedua di PINTAR BI Go Id
-
Murka ke Wasit Majed Al-Shamrani, Bojan Hodak: Kita Akan Lihat!
-
Warga Boyolali Gugat Gelar Pahlawan Soeharto, Gara-gara Ganti Rugi Waduk Kedungombo Belum Dibayar
-
Persib Bandung Gugur di AFC Champions League Meski Menang Tipis Lawan Ratchaburi FC
-
KPK akan Dalami Dugaan Gratifikasi Jet Pribadi Menag dari Ketum Hanura OSO
Terkini
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi
-
Bukan Cuma Blokir, Ini Kunci Orang Tua Lindungi Anak di Ruang Digital
-
Sedih! Indonesia Krisis Perawat Onkologi, Cuma Ada Sekitar 60 Orang dari Ribuan Pasien Kanker
-
Lebih dari Sekadar Sembuh: Ini Rahasia Pemulihan Total Pasien Kanker Anak Setelah Terapi
-
Edukasi dan Inovasi Jadi Kunci Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Gigi dan Mulut Lintas Generasi
-
Multisport, Tren Olahraga yang Menggabungkan Banyak Cabang
-
Tantangan Pasien PJB: Ribuan Anak dari Luar Jawa Butuh Dukungan Lebih dari Sekadar Pengobatan