Terapi cuci darah atau hemodialisis merupakan salah satu metode pengobatan untuk pasien gagal ginjal. Pada terapi ini, pasien akan menggunakan bantuan ginjal buatan berupa mesin dialisis untuk menyaring zat-zat sampah sisa metabolisme yang tak bisa disaring oleh ginjal.
Sayangnya, masih banyak anggapan menyeramkan seputar hemodialisis yang membuat pasien gagal ginjal menolak melakukan terapi ini. Padahal, menurut dokter spesialis penyakit dalam sekaligus penanggung jawab Klinik Hemodialisa RS Siloam Asri, Pringgodigdo Nugroho, anggapan tersebut hanyalah mitos.
"Cuci darah dianggap mengerikan oleh banyak pasien karena ketidaktahuannya. Padahal yang terjadi darah pasien dialirkan ke mesin dialisis agar aliran efektif dan zat sisa metabolisme dan racun bisa dibuang dari ginjal," ujar dokter Pringgo pada temu media di RS Siloam Asri Jakarta, Kamis (26/5/2016).
Pasien, lanjut dia, tidak akan merasakan sakit seperti mitos-mitos yang berkembang. Paling tidak, pasien hemodialisis hanya akan merasakan aliran darah ke luar dari dan menuju ke dalam tubuhnya.
"Pasien gagal ginjal kronik yang sudah tahap kronis, pasien gagal ginjal akut untuk sementara memerlukan terapi hemodialisis," imbuhnya.
Proses hemodialisis sendiri berlangsung 3-5 jam selama satu sesi dan harus dilakukan seumur hidup. Biaya untuk proses hemodialisis sendiri bervariasi, di RS Siloam Asri misalnya berkisar antara Rp1 juta-Rp1,2 juta.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Bedak Sekaligus Foundation Namanya Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Ringan di Wajah
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
Pilihan
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
-
Perang Terbuka! AS Klaim Tembak Kapal Iran di Selat Hormuz
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
Terkini
-
Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar
-
Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker
-
Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat
-
Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat
-
Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama
-
Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta
-
Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem
-
Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius
-
Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai
-
Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan