Suara.com - Ketika berhubungan seksual dengan perempuan yang lebih cantik, lelaki lebih cenderung untuk tidak menggunakan kondom, demikian hasil sebuah penelitian di Inggris.
Studi yang diterbitkan dalam jurnal BMJ Open edisi 17 Juni itu ingin membuktikan adanya hubungan antara persepsi tentang kecantikan dan kesediaan seseorang untuk melakukan hubungan seksual yang aman.
Dalam studi ini Anastasia Eleftheriou, pemimpin riset dari University of Southampton, melakukan analisis menggunakan simulasi komputer. Ia juga memfokuskan penelitiannya pada lelaki, karena studi-studi sebelumnya telah fokus pada perempuan.
Eleftheriou menggelar survei yang melibatkan 51 lelaki heteroseksual. Mereka pertama-tama diminta untuk melihat 20 foto perempuan dan menilai kecantikan mereka dalam skala 1-100.
Setelah itu para responden ditanyai apakah mereka bersedia jika diajak berhubungan seksual dengan setiap perempuan di dalam foto dan apakah mereka bersedia melakukan tanpa mengenakan kondom. Jawaban-jawaban atas pertanyaan ini juga diberikan dalam skala 1-100.
Kemudian mereka diminta menilai, juga menggunakan skala 1-100, perempuan mana yang paling mungkin mengidap penyakit menular seksual.
Selain tiga pertanyaan utama tadi, para responden juga diwawancarai soal kehidupan seksual mereka dan seberapa menarik mereka menilai diri mereka sendiri.
Hasil riset itu, setelah para peneliti melakukan analisis komputer, menunjukkan bahwa semakin seorang lelaki mengaanggap seorang perempuan cantik, maka semakin enggan dia menggunakan kondom jika diberi kesempatan berhubungan seks dengan perempuan tersebut.
Uniknya lagi, meski para lelaki mencurigai seorang perempuan mengidap penyakit menular seksual, mereka tetap bersedia untuk tidak menggunakan kondom saat berhubungan seksual dengannya.
Penilaian akan ketampanannya dirinya juga memengaruhi lelaki. Semakin dia merasa dirinya tampan, semakin ia enggan menggunakan kondom.
Studi ini, pada akhirnya, menilai bahwa perilaku seksual tidaklah rasional, bahkan ketika dihadapkan dengan risiko penyakit. Lelaki enggan menggunakan kondom ketika berhubungan seks dengan perempuan yang menurut mereka menarik, bahkan jika perempuan itu lebih berpotensi mengidap penyaki menular seksual.
Tetapi anehnya, lelaki lebih bersedia mengenakan kondom ketika berhubungan seks dengan perempuan yang kurang menarik, bahkan jika perempuan itu tak berpotensi mengidap penyakit menular seksual.
Dalam riset-riset sebelumnya, yang fokus pada perilaku perempuan, juga ditemukan bahwa perempuan bersedia berhubungan seks tidak aman jika ia merasa pasangannya lebih menarik. Dengan kata lain, tak mengapa lelaki ganteng berhubungan seks dengan dirinya tanpa mengenakan kondom. Perilaku ini tak berubah bahkan jika lelaki itu berpotensi mengidap penyakit menular seksual. (Live Science)
Berita Terkait
-
Apes! Gagal Beli Kondom Buat Kencan, Pria Ketauan Selingkuh karena Struk Dikirim ke Istri Sah
-
3 Fakta Viral "Bilik Asmara" Beralas Kardus di Pantai Watu Ulo Jember, Kondom Bekas Berserakan!
-
Misteri Kematian Diplomat, Antara Bunuh Diri Terlakban dan Petunjuk Aneh Kondom-Pelumas
-
7 Jenis KB Pria Lengkap dengan Untung-Ruginya, Vasektomi Terbaik?
-
10 Aktivitas Seksual yang Sering Bikin Malu, Padahal Tak Masalah
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- Adly Fairuz Nyamar Jadi Jenderal Ahmad, Tipu Korban Rp 3,6 Miliar dengan Janji Lolos Akpol
- Inara Rusli Lihat Bukti Video Syurnya dengan Insanul Fahmi: Burem, Gak Jelas
Pilihan
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Terkini
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya