Suara.com - Sebuah studi terkini di New York, AS menemukan fakta di mana ayah yang kelebihan berat badan alias obesitas dapat meningkatkan risiko anak perempuannya mengidap kanker. Temuan yang dilakukan pada tikus ini menemukan, anak perempuan yang lahir dari ayah yang obesitas juga cenderung mengalami kondisi kelebihan berat badan.
Tak hanya itu, anak tikus betina yang lahir dari tikus jantan yang obesitas juga rentan mengalami penundaan pertumbuhan jaringan payudara yang meningkatkan risiko berkembangnya kanker payudara.
Peneliti menjelaskan, temuan ini menandakan bahwa kondisi kelebihan berat badan pada ayah saat berencana memiliki anak dapat mempengaruhi berat badan sang anak secara genetik di kemudian hari.
Dan kondisi berat badan yang lebih ini memicu reseptor insulin untuk bersinggungan dengan molekul lain yang terkait dengan pertumbuhan kanker.
"Studi kami menunjukkan bahwa sperma membawa banyak informasi genetik yang mempengaruhi buah hati yang sedang direncanakan, termasuk risiko mengembangkan kanker," ujar de Assis selaku peneliti.
Oleh karena itu peneliti mengimbau agar pasangan yang berencana memiliki anak untuk menjaga berat badan agar tetap seimbang, mengonsumsi diet seimbang dan rutin menjalani aktivitas fisik.
Pasalnya gaya hidup yang dijalani pasangan suami istri saat merencanakan kehamilan tak hanya bermanfaat bagi mereka, tapi juga bagi calon buah hati mereka kelak. (Zeenews)
Berita Terkait
-
Tak Hanya Puasa, Kemenkes RI Sarankan Kurangi Garam, Gula, dan Lemak saat Ramadan
-
Audy Item Bicara Obesitas: Pentingnya Dukungan Medis untuk Menurunkan Berat Badan
-
FOMO Sehat ala Gen Z, Mitos Obesitas, dan RS Tapi Homey
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Menkes Budi: Cowok Perokok Red Flag, Perempuan Bakal Tanggung Risiko Kanker
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026