Ilustrasi anak sehat. (Shutterstock)
Anak yang cerdas dan sehat, ternyata tak cukup untuk bisa dikatakan telah memiliki perkembangan yang optimal. Menurut Dokter Spesialis Gizi Klinik dari Departemen Ilmu Gizi FKUI-RSCM, Diana Sunardi, anak juga harus memiliki kemampuan cepat tanggap.
Itu merupakan salah satu wujud dari kecerdasan (IQ) anak yang mengindikasikan kemampuan akademis dan daya tangkapnya dalam mengolah informasi.
"Anak yang cepat tanggap akan lebih mudah dalam proses belajar, sehingga dapat meningkatkan rasa percaya dirinya juga," kata dia dalam acara Bebelac Bebehero Hi-5 di Jakarta, Kamis (22/9/2016).
Tak hanya itu, anak juga harus memiliki rasa peduli sebagai wujud kecerdasan emosionalnya (EQ). Ini merupakan kemampuan si kecil untuk mengenali, menerima dan mengolah emosi diri sendiri dan oranglain serta lingkungan sekitarnya.
Oleh sebab itu, kata dia, anak harus diberikan nutrisi yang optimal untuk mendukung perkembangan otak. Dengan perkembangan otak yang optimal, anak menjadi mudah ketika menjalani proses belajar dan beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya.
Ini yang membuatnya memiliki sikap cepat tanggap, cinta kasih dan pertumbuhan fisik yang juga optimal.
"Zat gizi yang penting untuk perkembangan otak anak, selain energi adalah pemenuhan protein lemak dan mikronutrien, termasuk pangan fungsional, asam lemak essensial, yakni DHA dan, serta fos dan gos," tutup dia.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia