Suara.com - Tanya:
Selamat siang Dokter,
Saya lelaki berusia 24 tahun. Saya mengalami perut mual, muntah dan jantung berdebar setelah makan daging sapi. Apakah ini gejala kolesterol? Mohon penjelasannya, Dok. Terima kasih.
BS
Jawab:
Selamat siang Saudara BS,
Perut panas disebabkan oleh beberapa penyebab di antaranya gastritis, gerd, dispepsia, atau alergi makanan.
Untuk meringankan rasa nyeri atau sensasi panas maupun terbakar dalam perut, ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan.
1. Gaya hidup sehat
Gaya hidup sehat seperti menurunkan berat badan jika penderita termasuk gemuk atau obesitas, berhenti merokok, batasi konsumsi alkohol, dan lakukan olahraga teratur dapat memperbaiki kesehatan pencernaan.
2. Pola makan sehat dan bersih
Pola makan sehat dan bersih termasuk menghindari makanan pedas, asam, makanan berbahan tomat, bawang, mint, kopi dan coklat juga dapat membantu meredakan keluhan yang Anda alami. Selain itu, Anda juga sebaiknya memakan kudapan yang hambar seperti nasi, jagung, atau biskuit.
3. Manajemen stres
Manajemen stres dapat dimulai dari berpikir positif dan melatih pernapasan. Ketika panik atau stres, ambil napas dalam-dalam. Teknik yoga, meditasi dan berdoa juga dipercaya dapat mengurangi stres.
4. Obat-obatan
Obat-obatan seperti antasida dapat menetralkan sifat asam dari cairan lambung. Bila obat ini tidak mempan biasanya dokter akan memberikan obat yang memengaruhi pabrik penghasil asam lambung sehingga jumlah asam lambung yang diproduksi berkurang. Selain itu dokter juga akan meresepkan antibiotik jika penyebab sakitnya adalah infeksi bakteri.
Beberapa cara tersebut dapat menjadi pertolongan pertama jika mengalami kondisi perut terasa panas. Namun, segera periksakan ke dokter jika gejala sakit yang Anda alami mengganggu, terjadi lebih dari dua kali seminggu, dan jika Anda mengonsumsi antasida tiap hari.
Demikian penjelasan yang dapat disampaikan, semoga membantu. Terima kasih.
Dijawab oleh: dr. Ulil Huda
Sumber: https://meetdoctor.com/
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
Pilihan
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
-
Habib Rizieq Shihab: Umat Islam Sunni dan Syiah Harus Bersatu Lawan AS-Israel
Terkini
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem
-
Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil
-
Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya