Health / Konsultasi
Kamis, 02 Februari 2017 | 11:29 WIB
Ilustrasi makanan cepat saji [shutterstock]

Suara.com - Ketika membeli makanan seperti burger, kentang goreng, crepes, dan kebab, tentunya penjual akan membungkusnya dengan kemasan berbahahan kertas atau plastik yang diklaim aman untuk makanan.

Namun ternyata, sebuah penelitian yang dipublikasikan American Chemical Society, menemukan bahaya yang mengintai dari penggunaan bungkus makanan. Penelitian ini menemukan adanya senyawa berbahaya dalam pembungkus makanan yang dapat mempengaruhi kesehatan manusia.

Untuk mendapatkan temuan ini peneliti menguji 400 sampel makanan dari berbagai restoran cepat saji di Amerika Serikat. Peneliti menemukan, hampir 50 persen pembungkus makanan cepat saji yang diteliti mengandung senyawa fluor yang disinyalir dapat menyebabkan gangguan tumbuh kembang pada anak-anak, menurunkan kesuburan, dan memicu kanker.

Senyawa flour adalah zat kimia yang kerap digunakan pada peralatan masak anti lengket dan bahan pemadam kebakaran. Disampaikan peneliti Graham Peaslee dari University of Notre Dame, senyawa ini dapat bermigrasi ke dalam makanan dan dikonsumsi lalu menumpuk dalam tubuh,

"Senyawa flour yang menumpuk dalam jangka panjang dapat menyebabkan penyakit tiroid, bayi lahir dengan berat badan rendah, ginjal bahkan risiko kanker testis," ujar Graham.

Lantas bagaimana cara untuk menghindari hal ini? Peneliti bahkan kesulitan menemukan jawabannya, namun jika Anda mau membawa kotak makan sendiri saat membeli makanan cepat saji itu akan lebih baik. (Menshealth)

Load More