Suara.com - Data menunjukkan 1 dari 10 perempuan mengalami menstruasi yang tidak teratur atau bahkan pendarahan berat. Menurut National Institutes of Health, hal tersebut bisa berarti banyak hal.
"Kebanyakan perempuan memiliki siklus haid yang selaras dengan periode mereka, meskipun perubahan dapat terjadi setelah beberapa dekade dan atau setelah melahirkan anak-anak," kata Alyssa Dweck, M.D seorang peneliti asal New York.
Meski begitu, berikut 11 alasan mengapa haid tidak teratur dan apa yang harus dilakukan oleh kita seperti yang dirangkum oleh Women'sHealthMag.com.
1. PCOS
PCOS atau Polycystic ovarian syndrome adalah suatu kondisi
ketidakseimbangan hormon. "Periode bisa terlewat atau bisa sangat tidak teratur, atau bahkan tidak akan mengalami periode haid sama sekali," kata Dweck.
Salah satu penyebab terjadinya Pcos adalah karena kelebihan hormon testosteron. Jika hal tersebut terjadi, dokter kemungkinan akan memberikan obat berupa Metformin yang dapat membantu membuat siklus menjadi lebih teratur.
2. Kehamilan
Kehamilan mungkin akan tampak dan terasa sangat jelas, tetapi ternyata tidak selalu demikian. "Kami akan menduga kehamilan ketika pasien datang dengan keluhan perdarahan tidak menentu," ucap Dweck. Menurut Dweck, perdarahan seperti haid tidak menentu dapat dikaitkan dengan keguguran atau ektopik.
3. Menuju Menopouse
Menopouse biasanya ditandai dengan siklus haid yang tidak menentu, pendarahan ringan hingga berat saat haid atau bercak hitam yang keluar dari miss V. Selain tanda-tanda tersebut, gejala menopouse juga disertai dengan perasaan gerah, berkeringat saat malam dan selalu merasa lesu.
Jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut, segera hubungi dokter dan mungkin dokter akan menyarankan penggunaan obat, operasi, atau perubahan gaya hidup untuk membantu mengurangi gejala menopause yang kurang menyenangkan.
4. Tiroid Bermasalah
Ketidakseimbangan hormon yang diproduksi oleh tiroid merupakan salah satu penyebab yang sangat umum. Penurut penelitian, 1 dari 8 perempuan mengalami masalah dengan tiroid dalam hidupnya. Tiroid sendiri merupakan hormon yang dapat mengatur metabolisme tubuh. Jika memiliki hormon tiroid yang tidak seimbang, dapat dipastikan menstruasi juga akan datang secara tidak teratur.
Maka Jika anda mengalami tanda-tanda dari masalah ketidak seimbangan hormon, sebaiknya anda segera melaporkan kondisi tersebut ke dokter. Sebagian besar masalah tiroid benar-benar dapat diobati dengan obat yang tepat, yang juga akan menempatkan periode haid kembali ke jalur yang tepat.
5. Prolaktinoma
Dikenal sebagai prolaktinoma atau pertumbuhan benjolan jinak di kelenjar hipofisis otak merupakan sesuatu yang cukup umum terjadi terutama pada wanita. Meski kebanyakan tidak akan mengalami gejala-gejala tertentu, tetapi jika benjolan tersebut mulai mengeluarkan hormon prolaktin, hal itu dapat mempengaruhi hormon lain yang menyebabkan periode haid terlewati atau bahkan berhenti.
Kemungkinan dokter akan menyarankan tes darah dan melakukan pencitraan otak. Dalam banyak kasus, obat-obatan akan mengecilkan benjolan tersebut dan dapat mengatur kembali periode haid yang sempat tak karuan. (Risna Halidi)
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS