Suara.com - Menikmati alunan musik di tengah-tengah konser memang membawa kepuasan tersendiri bagi sebagian orang. Suasana yang meriah dan volume musik yang maksimal, spontan membuat mereka terhanyut dalam alunan musik para musisi.
Namun tahukah Anda bahwa kebiasaan mendengarkan musik saat konser dapat membawa Anda pada risiko mengalami gangguan pendengaran?
Ya, menurut Ketua Komisi Nasional Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian (Komnas PGPKT), mendengarkan musik saat konser memiliki tingkat kebisingan 90 hingga 120 desibel. Padahal, batas aman kebisingan yang diperbolehkan adalah 80 desibel.
"Kalau konser kan volume suara maksimal dan biasanya orang nonton konser itu bisa sejam dua jam. Padahal semakin bising suasananya maka durasi aman untuk mendengar juga terbatas. Misalnya kalau 90 desibel batasnya 2 jam, tapi kalau sudah 100 desibel batasnya 15 menit. Kalau lebih bisa merusak pendengaran," katanya pada temu media Peringatan Hari Pendengaran Sedunia di Kemenkes belum lama ini.
Kerusakan pendengaran akibat sering menonton konser memang tak langsung menyebabkan tuli. Dr Damayanti mengatakan proses kerusakan pendengaran akan terjadi secara bertahap, biasanya dimulai dengan adanya suara berdenging tanpa sebab atau juga disebut tinnitus.
Untuk mencegah kerusakan indra pendengaran ini, dia mengimbau agar seseorang menggunakan earmuff saat mendatangi konser.
"Alat ini dapat melindungi penonton konser dari kebisingan yang melampaui batas aman kemampuan telinga," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif
-
Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan
-
Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak