Suara.com - Wira Sinaga tak pernah menyangka, putranya Dave Azrial Sinaga, mengalami gangguan pendengaran. Mulanya, ia tak terlalu berpikiran macam-macam ketika Dave selalu cuek ketika dipanggil.
"Ya saya mikirnya karena anak laki-laki wajarlah begitu (cuek)," ujar Wira pada pada temu media yang diselenggarakan Cochlear Indonesia di RSCM Kencana, baru-baru ini.
Hingga Dave berusia 2 tahun, Wira menyadari anaknya berbeda dengan yang lain. Hingga ia memberikan putranya alat bantu dengar biasa agar Dave dapat berkomunikasi dan mengenal suara.
"Tapi akhirnya saya ke dokter dan mendapati kalau anak saya ada gangguan di kokleanya. Dave harus dipasang implan koklea untuk mengatasi gangguan dengarnya itu," tambah Wira.
Karena minimnya informasi seputar pemasangan teknik implan koklea di Indonesia, ia memutuskan melakukannya di negara tetangga, Singapura. Setelah menjalani pemasangan implan koklea, Wira melihat begitu banyak perkembangan komunikasi buah hatinya tersebut.
"Karena dia sudah bisa mendengar ya sekarang jadi senang ngomong. Bahkan hobi dia sekarang membaca, main basket seperti anak-anak lainnya. Saya juga bersyukur anak saya bisa menguasai bahasa Inggris dan Mandarin juga," ungkap Wira.
Upaya yang dilakukan terhadap putra pertamanya itu, menurut dr Harim Priyono Sp.THT-KL, dari RSCM Kencana sudah tepat. Intervensi pada kondisi gangguan pendengaran harus dilakukan sedini mungkin agar fungsi saraf telinga masih bisa distimulasi seperti semula.
"Otak kan punya usia, semakin tua semakin susah disuruh belajar. Jadi harus diitervensi awal sehingga hasilnya lebih baik. Orangtua juga harus lebih mengenali kondisi anaknya, misalnya sudah usia 2 tahun ngomong belum bisa harus segera diperiksakan untuk diketahui penyebabnya," tambah dia.
Idealnya, jika anak mengalami gangguan pendengaran, tambah dr Harim, intervensi dilakukan pada usia golden periode yakni usia di bawah 3 tahun.
"Sehingga anak bisa lebih mudah untuk diajari tutur kata seperti orang normal. Kalau tanpa intervensi takutnya anak akan susah mengejar, dan tidak bisa lancar ngomong seperti anak pada umumnya," pungkas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance