Suara.com - Konsumsi air putih delapan gelas sehari digalakkan untuk mencegah dehidrasi. Selain itu minum air putih juga dapat membantu tubuh membakar kalori.
Namun ada saat-saat dimana Anda harus menghindari konsumsi air putih sementara waktu. Pada saat makan misalnya, konsumsi air dapat melemahkan enzim pencernaan sehingga kesulitan dalam mencerna makanan.
Berikut beberapa waktu lainnya dimana Anda harus menghindari konsumsi air, seperti dilansir Boldsky.
1. Ketika sudah merasa kembung
Minum air memang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, tapi jika terlalu berlebihan maka hal ini dapat membuat Anda merasa begah atau kembung. Kondisi ini akan membuat Anda tak merasa nyaman.
2. Jika urine transparan
Warna urine adalah indikator kecukupan air dalam tubuh. Jika kencing berwarna kuning maka itu tandanya Anda harus konsumsi lebih banyak air. Namun jika urine berwarna bening transparan menunjukkan Anda sudah memenuhi kebutuhan air.
3. Di sela-sela makan
Konsumsi air sebelum makan dapat membuat Anda cepat kenyang sehingga cocok bagi yang ingin menurunkan berat badan. Tapi minum air di sela-sela makan dapat membuat sistem pencernaan Anda terganggu.
4. Setelah olahraga
Olahraga memang dapat membuat tubuh kehilangan banyak cairan melalui keringat. Namun ini adalah waktu yang salah bagi Anda mengonsumsi air putih. Pilihlah air kelapa atau minuman berenergi yang mengandung elektrolit untuk menggantikan cairan yang hilang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia