Suara.com - Sejak awal 1970-an, jumlah atlet perempuan telah berkembang pesat sebesar 560 persen di kalangan siswa SMA dan mahasiswa. Ini merupakan berita fantastis mengingat dunia atletik memberikan manfaat seumur hidup pada perempuan.
Namun dalam kenaikan jumlah atlet perempuan ini muncul sebuah sindrom yang disebut trias atlet perempuan dan menjadi masalah yang berkembang.
Sindrom tersebut ditandai dengan siklus menstruasi tidak teratur, kurang energi, dan kepadatan tulang yang rendah. Sindrom triad terjadi dan disebabkan oleh kurang makan dalam kaitannya dengan berolahraga.
Biasanya atlet perempuan membatasi asupan makanan, karena memiliki gangguan makan atau tidak sadar akan kebutuhan energi. Berikut lima indikasi Anda lebih banyak olahraga dibanding makan dan kehilangan keseimbangan pola hidup yang baik dilansir laman Time.
1. Menolak Makan Usai Olahraga
Banyak perempuan menghindari makan setelah olahraga, karena mereka pikir melakukannya berarti membatalkan pembakaran kalori yang telah dilakukan sebelumnya. Namun nyatanya, makan setelah latihan tak sesederhana kalori masuk dan kalori keluar.
Setelah latihan, tubuh dalam kondisi prima untuk menggunakan nutrisi sebagai penyembuhan. Sehingga makanan sehat, seperti sayuran dan alpukat, telur dadar atau buah, akan membentuk blok bangunan sel pemulihan diri dari keausan latihan.
2. Merasa Lelah Sepanjang Waktu
Ada beberapa penyebab kelelahan di antaranya stres, kurang tidur, dan tentu saja kurang makan. Bahkan pada saat istirahat tubuh membutuhkan kalori untuk mendukung fungsi vital seperti jantung dan paru-paru.
Beberapa efek yang akan dirasakan kurang berenergi akibat kurang makan adalah lekas marah, murung, sulit berkonsentrasi dan mengantuk.
3. Haid Tidak Teratur
Jika periode haid sudah tidak teratur, ini merupakan sebuah lampu merah. Meski bisa saja ada alasan lain mengapa haid kamu tidak teratur, tapi ini merupakan tanda bahwa kamu dalam kondisi hormon yang tidak memadai.
Baca Juga: Jokowi-JK Rayakan Ultah ke-70 Wiranto di Istana Kepresidenan
Walaupun jika indeks massa tubuh terlihat normal, tapi bisa jadi ada hal yang tidak seimbang. Hal ini dapat memicu penipisan kepadatan pada tulang, meningkatkan risiko patah tulang dan osteoporosis.
Jika osteoporosis paling sering terjadi pada perempuan tua, namun hal itu juga dapat mempengaruhi perempuan berusia 20-an, 30-an, dan 40-an.
4. Sering Sakit
Mendapatkan nutrisi yang kurang memadai dapat menyebabkan kekebalan melemah. Mengonsumsi jus hijau, zinc atau suplemen vitamin C dapat menjadi penyeimbang kekurangan makanan.
Jadi, jika kamu adalah salah satu dari orang-orang yang kerap terjangkit flu, mungkin kamu salah satu orang yang lebih sering olahraga dibanding makan.
5. Takut Terhadap Makanan
Ada perbedaan antara berjuang untuk makan bersih dan sehat atau malah menjadi obsesif tentang makanan. Jika kamu tidak ingin makan ketika merasa lapar, cobalah berbicara dengan seorang profesional. "Apakah Anda olahraga untuk sebuah acara, mencoba untuk langsing, atau keduanya, Anda harus merasa baik, secara fisik dan emosional, dan memiliki hubungan yang sehat dengan makanan dan tubuh sepanjang jalan," jelas Cynthia Sass, Konsultan Nutrisi asal Amerika Serikat.
Tag
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance