Suara.com - Depresi ternyata dapat menyerang siapa saja tanpa memandang usia, jenis kelamin dan ras, termasuk juga anak-anak.
Dikatakan, anak yang memiliki orangtua depresi punya risiko lebih tinggi terkena depresi pada remaja. Meski begitu, depresi bisa diobati dan perlu segera diatasi.
Bagi anak-anak sendiri, sangat normal jika kadang merasa sedih atau jengkel. Namun perasaan negatif yang berkepanjangan dapat mempengaruhi kemampuan anak untuk berfungsi secara normal.
Lalu, apa yang harus dilakukan jika anak yang kita kenal terlihat depresi? Berikut enam tips bagi orangtua untuk menangani anak depresi:
1. Bicaralah dengan anak tentang hal-hal yang terjadi di rumah dan di sekolah
2. Selalu mencari waktu luang untuk menghabiskan waktu dengan anak.
3. Cari tahu apakah ada sesuatu yang mengganggunya dan tawarkan bantuan.
4. Jaga anak dari stres yang berlebihan, penganiayaan dan kekerasan.
5. Berikan perhatian lebih terutama selama perubahan kehidupan seperti memasuki masa pubertas.
Baca Juga: Tak Mudah Pilih Ira Koesno Jadi Moderator, Ada Tina dan Vino
6. Ajak anak untuk memiliki gaya hidup sehat seperti tidur cukup, makan sehat dan teratur, serta rajin berolahraga.
Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyarankan orangtua untuk segera mencari bantuan dari seorang profesional terlatih jika anak memiliki pikiran untuk merugikan dirinya sendiri.
Depresi adalah penyakit mental yang umum ditandai dengan kesedihan terus-menerus dan kehilangan minat dalam kegiatan yang biasanya dinikmati, disertai dengan ketidakmampuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari, selama 14 hari atau lebih. (Zeenews)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?