Suara.com - Jika tangan atau tubuh bagian lain Anda sering gemetar tanpa sebab hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, maka jangan anggap enteng. Pasalnya, ini bisa menjadi tanda adanya tremor yang merupakan gangguan pada otak bagian tengah.
Pada stadium ringan, tremor mungkin tak begitu menunjukkan efek negatif pada diri Anda. Tapi pada sebagian orang yang mengalami tremor stadium lanjut, kondisi ini dapat membuat dirinya tak mampu beraktivitas bahkan tak percaya diri karena menjadi pusat perhatian orang di sekitar.
"Ada pasien saya yang tremornya di tangan. Jadi, kalau dia diam nggak seperti ada masalah. Tapi begitu saya minta untuk menulis atau membuat lingkaran itu dia nggak bisa karena tangannya gemeteran," ujar dr. Frandy Susatia, Sp.S dari Siloam Hospital Kebon Jeruk, pada temu media di Jakarta, Kamis (13/4/2017).
Tremor pada saat melakukan gerakan ini, tambah dia, disebut dengan essential tremor. Frandy mengatakan, tremor jenis ini tak diketahui penyebab pastinya, namun 50 persen peluangnya bisa dipicu oleh mutasi genetik.
Orang yang mengalami essential tremor, ujar dia, memang baru menunjukkan gejalanya saat melakukan kegiatan, baik ketika mengambil sesuatu, bermain gitar, bahkan saat menulis. Biasanya tremor ini dialami oleh mereka yang berusia 35 tahun ke atas.
"Tremor tidak bisa sembuh, tapi bisa diobati. Terapinya bisa berupa olahraga, menjalani pola hidup sehat, suntik botox, atau menjalani operasi Deep Brain Stimulation atau DBS," pungkas Frandy.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS