Suara.com - Mengenakan kaus kaki dalam ruangan ternyata bisa mengantarkan seseorang pada risiko mengidap diare.
Peneliti asal University of Houston Kevin Garey menemukan bahwa kaos kaki yang digunakan dalam ruangan menyeret lebih banyak bakteri yang dapat membuat seseorang menjadi sakit perut atau diare.
Menurut analisisnya terhadap 2500 sampel, 25 persen kaus kaki yang diuji positif mengandung bakteri penyebab kram perut yang menyakitkan. Sebelumnya, University of Arizona menemukan 440 ribu unit bakteri menempel pada kaos kaki yang digunakan dalam ruangan.
Dalam studi di Arizona, seorang relawan berjalan di atas lantai yang bersih untuk melihat berapa banyak bakteri yang akan menempel. Mereka menemukan bahwa lantai yang terlihat bersih ternyata menyimpan ratusan ribu bakteri yang dapat menyebabkan penyakit.
Orang yang menggunakan kaus kaki akan lebih rentan mengalami infeksi bakteri karena kulit kaki terbungkus selama beberapa jam didalamnya. Jadi lebih baik bertelanjang kaki jika berada di dalam ruangan dan rutinlah mencuci kaki ketika berasal dari luar ruangan untuk mencegah penyebaran bakteri. [Medical Daily]
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Motor Listrik Terbaik Buat Ojol: Jarak Tempuh Jauh, Harga Terjangkau, Mesin Bandel
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- 5 Motor Listrik Fast Charging, Bebas Risau dari Kehabisan Baterai di Jalan
- 6 Bedak Padat untuk Makeup Natural dan Anti Kusam, Harga Terjangkau
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak