Health / Women
Kamis, 07 Juli 2016 | 08:00 WIB
Ilustrasi. (shutterstock)

Suara.com - Hari ini seluruh umat muslim di dunia merayakan hari raya Idul Fitri setelah 30 hari berpuasa. Di beberapa negara, hari raya Idul Fitri identik dengan berbagai sajian spesial yang biasanya hanya ditemukan saat lebaran, termasuk di Indonesia.

Lontong opor, sambal goreng hati, rendang dan sederet menu berlemak lainnya menghiasi hampir di semua umat muslim di Indonesia yang merayakan lebaran. Belum lagi sajian kue-kue kering dan minuman manis yang juga menjadi menu wajib saat lebaran.

Nah, sajian-sajian spesial saat lebaran ini memang tampak nikmat dan sayang jika dilewatkan. Namun apa jadinya jika kita tidak bisa mengontrol nafsu untuk melahap semua makanan tersebut?

Dokter spesialis gizi klinik dr. Inge Permadhi mengatakan bahwa pola makan tak terkontrol saat lebaran bisa memicu berbagai penyakit. Diare salah satunya.

"Diare banyak dialami saat lebaran karena pola makan berlebihan. Bayangkan saja setelah makan opor, rendang dan menu berat lainnya kita akan bersilahturahmi ke tetangga dan saudara lalu mencicipi kue-kue atau makanan yang disajikan," ujarnya pada temu media belum lama ini.

Ia menambahkan, setelah 30 hari berpuasa, perut sudah terbiasa dengan pola makan dua kali sehari saat sahur dan berbuka yang juga memiliki batasan. Namun ketika lebaran dijejali dengan aneka makanan tanpa batasan waktu, maka sistem pencernaan akan dipaksa untuk bekerja keras.

"Semuanya masuk ke dalam perut, padahal 30 hari sebelumnya kita berpuasa, saluran cerna istirahat. Sehingga ketika pola makan lebaran nggak benar, perut akan bereaksi dengan memicu diare," tambahnya.

Tak hanya diare, Inge juga memperingatkan pasien dengan riwayat penyakit kronis tertentu agar menjaga pola makannya selama lebaran. Pasalnya tak jarang rumah sakit kedatangan banyak pasien dengan berbagai keluhan setelah lebaran.

"Makanan enak saat lebaran biasa tinggi kalori, lemak, gula dan garam. Akibatnya kalau pola makan tidak dikontrol, hipertensi kambuh, diabetes kambuh. Bahkan nggak sedikit yang kena serangan jantung dan stroke karena pola makan berlebihan," imbuhnya.

"Jadi memang saat lebaran kita harus makan yang seimbang, konsumsi serat, air putih dan tetap beraktivitas agar penyakit tidak muncul saat lebaran. Sayang dong puasa 30 harinya," pungkasnya.

Load More