Suara.com - Khasiat air kelapa dalam mengatasi dehidrasi telah teruji. Kandungan elektrolit di dalamnya menjadi alasan mengapa air kelapa dapat memuaskan dahaga lebih cepat di bandingkan jenis minuman lain.
Namun, tahukah Anda ada jenis air lainnya yang ternyata memiliki khasiat sama dengan air kelapa. Sebuah perusahaan di Amerika, Steaz dan CaliWater, merilis air kaktus yang diyakini lebih ampuh mengatasi dehidrasi.
CaliWater mengklaim produk yang mereka miliki mengandung gula dan kalori yang lebih sedikit dibandingkan air kelapa. Selain itu, tidak mengandung bahan pengawet atau pewarna tambahan.
Produk minuman air kaktus mengandung ekstrak kaktus, air, gula tebu organik, jus lemon yang dapat membuang racun dalam tubuh dengan kombinasi elektrolit, vitamin, mineral, dan antioksidan bernama betalain. Praktis dengan bahan-bahan tersebut, CaliWater mengklaim air kaktus juga dapat mencegah timbulnya penyakit degeneratif serta menjaga kesehatan kulit.
Lalu bagaimana kata pakar kesehatan? Benarkah kaktus dapat memberi manfaat kesehatan jika diminum?
"Kaktus memang mengandung taurine. Yakni asam amino yang secara alami diproduksi tubuh, berfungsi sebagai antioksidan yang dapat melawan radikal bebas, dan memperbaiki kerusakan jaringan otot tubuh," ujar ahli gizi Lae Shira Lenchewski seperti dilansir dari Medical Daily.
Dengan kandungan ini, Lenchewski mengamini air kaktus dapat membantu meningkatkan kinerja atletik dan mengatasi kelelahan.
Pakar kulit di New York, Dr. Judith Hellman, MD, juga memiliki pendapat sama. Menurut dia, kaktus memiliki antioksidan, vitamin, mineral yang dapat mencegah peradangan, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Bahkan, kaktus di Meksiko dikonsumsi karena dapat menurunkan kadar gula darah terkait diabetes tipe 2. Kaktus juga dapat mengatasi kolesterol tinggi, obesitas hingga diare.
Jadi air kaktus memang benar-benar memiliki manfaat kesehatan. Anda bahkan bisa mendapatkan manfaat perlindungan diabetes dengan mengonsumsi 100-500 gram batang kaktus.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?