Suara.com -
Pernahkah Anda merasa selalu ingin makan tengah malam dengan porsi banyak? Atau, pernahkah Anda terbangun dari tidur di malam hari, karena merasa sangat kelaparan?
Jika ya, bisa saja Anda mengalami Night Eating Syndrome (NES). Lantas, apa yang dimaksud dengan Night Eating Syndrome (NES)?
Dilansir dari hellosehat.com, Night Eating Syndrome (NES) adalah gangguan makan yang ditandai dengan kebiasaan makan tengah malam. NES adalah salah satu bentuk kelainan makan selain anorexia nervosa atau bulimia nervosa.
Sindrom NES berbeda dengan binge eating disorder, yaitu kecenderungan seseorang untuk makan porsi besar dalam satu waktu. Seseorang dengan NES hanya makan dalam porsi kecil namun beberapa kali di malam hari.
NES juga berbeda dengan sleep eating disorder, yaitu gangguan makan yang berhubungan dengan tidur. Namun, apakah kebiasaan ngemil di malam hari juga dapat dikatakan sebagai NES? Tentu tidak. Berikut penjelasan tanda dan gejalanya.
Tanda dan gejala NES
Karakteristik dari sindrom ini adalah tidak merasa lapar sepanjang pagi dan siang hari, namun keinginan untuk makan menjadi sangat tinggi di malam hari. Bahkan, seseorang yang mengalami NES dapat terbangun di malam hari untuk makan.
Penderita NES sangat tinggi asupan makan pada sore dan malam hari, yang seringkali disertai dengan kesulitan tidur (insomnia). Kesulitan tidur tersebut terjadi karena penderita NES memiliki hormon pemicu ngantuk melatonin yang lebih rendah dibandingan individu normal.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa tiga karakteristik penderita NES adalah kelainan pola makan, perubahan pola tidur, dan gangguan mood.
Apa yang menyebabkan gangguan “hobi” makan tengah malam ini? Meskipun hingga saat ini dokter belum dapat memastikan penyebab NES, namun berikut adalah beberapa faktor yang dapat memicu NES menurut beberapa studi yang telah dilakukan :
1. Masalah pola tidur
2. Perubahan hormon
3. Riwayat obesitas atau kelainan makan
4. Riwayat depresi, gangguan kecemasan, penyalahgunaan obat-obatan,
5. Faktor genetik. Peneliti telah menemukan kemungkinan adanya hubungan antara NES dan genetik. Gen PER1 dianggap memiliki peran dalam mengendalikan jam biologis tubuh Anda, sehingga jika terdapat kerusakan pada gen tersebut dapat menyebabkan NES. Namun, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk memastikannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS