Suara.com - Batu ginjal adalah mineral dan asam garam yang kecil dan keras yang terbentuk di dalam ginjal. Batu ginjal dapat menyebabkan banyak gangguan pada bagian saluran kemih—dari ginjal hingga kandung kemih.
Ini bisa menyebabkan rasa sakit intens dan berakibat pada infeksi saluran kemih jika terus berlangsung untuk jangka waktu yang lama.
Tergantung pada ukuran batu ginjal, penyakit ini bisa diobati di bawah saran dan petunjuk dokter. Bersama dengan pengobatan yang dipercaya, para peneliti masih menganalisis dan mempelajari cara lain untuk mengobati batu ginjal.
dan baru-baru ini, mereka menyebutkan menaiki roller coaster sebagai metode baru yang berpotensi. Bagaimana bisa? Berikut ulasan yang dihimpun hellosehat.com.
Eksperimen Roller Coaster
Dalam Journal of the American Osteopathic Assiciation, sebuah penelitian mengenai pengobatan batu ginjal membahas masalah apakah menaiki roller coaster bisa efektif mengobati batu ginjal. Penelitian ini terinspirasi dari beberapa laporan anekdot. Seorang lelaki mengklaim bahwa berhasil menyingkirkan batu ginjal setelah menikmati naik roller coaster.
Cerita ini menarik perhatian banyak profesional, sehingga mereka melakukan eksperimen untuk mencari tahu yang sebenarnya.
Sebuah tim peneliti mulai dengan menciptakan model cetakan 3D untuk mensimulasi ginjal pasien tertentu. Mereka mengisi ginjal “palsu” ini dengan urin sebelum menempatkan batu ginjal asli di setiap jalur (atas, tengah, dan bawah).
Eksperimen ini dilakukan di sebuah roller coaster bernama Big Thunder Mountain di mana para peneliti menaiki roller coaster tersebut sebanyak 20 kali berturut-turut.
Apakah Benar Efektif?
Setelah menaiki roller coaster, mereka menganalisis pergerakan batu-batu ginjal ini. Anehnya, batu ginjal yang ditempatkan di jalur atas memang mengalami pergeseran di setiap 20 kali menaiki wahana tersebut.
Padahal, batu-batu yang terdapat di jalur tengah dan bawah semuanya tetap berada di lokasi semula. Selain itu, para peneliti juga menemukan satu fakta lain yang lebih menarik.
Jika pasien batu ginjal duduk di bagian belakang kursi roller coaster, tingkat pembersihan batu ginjal mencapai 2 dari 3, sementara duduk di bagian depan bisa menghasilkan tingkat pembersihan 1 dari 6 batu ginjal.
Namun hasil penelitian ini belum tentu bisa diaplikasikan pada manusia. Pertama, penelitian ini menggunakan model 3D dari satu pasien. Jadi belum tentu bisa efektif pada ginjal yang sesungguhnya dan belum tentu efektif untuk ginjal berbagai pasien lainnya.
Kedua, penelitian ini digunakan pada satu jenis roller coaster. Belum tentu hasilnya bisa dirasakan bila Anda naik roller coaster di Indonesia, misalnya.
Masih perlu penelitian lebih lanjut untuk memastikan efektivitas dari terapi yang cukup nyeleneh ini. Bila memang terbukti efektif, maka di masa depan, menaiki roller coaster akan menjadi salah satu pengobatan teraneh untuk batu ginjal.
Dokter mungkin akan segera meresepkan perjalanan ke Dufan untuk mengobati Anda dari penyakit ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
Pilihan
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
Terkini
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin