Suara.com - Kondisi batu ginjal dialami oleh hampir 20 persen masyarakat Indonesia. Sayangnya, banyak masyarakat yang enggan mengatasi penyakitnya ini, karena takut dioperasi.
Kini kekhawatiran itu terjawab dengan kehadiran metode ESWL (extracorporeal shock wave lithotripsy). Menurut dr. Marto Sugiono, Sp.U dari Siloam Hospital Kebon Jeruk, metode ESWL dapat menghancurkan batu ginjal lebih aman tanpa pembedahan maupun efek negatif sinar radiasi.
"Metode ESWL bukan laser ya. Jadi, metode ini menggunakan gelombang suara kejut untuk menghancurkan batu ginjal menjadi lebih kecil sehingga dapat keluar secara alami melalui saluran kencing," ujarnya pada temu media di Siloam Hospital Kebon Jeruk, Selasa (14/3/2017).
Namun Marto menjelaskan bahwa tak semua kondisi batu ginjal bisa diatasi dengan metode ESWL. Pada batu ginjal yang berukuran di bawah 5 mm, pasien hanya perlu menjalani terapi obat-obatan. Jika ukuran batu ginjal mencapai 5 mm-2 cm, barulah metode ESWL dianjurkan untuk mengatasinya.
"Cara kerja mesin ESWL ini pada satu titik, gelombang difokuskan pada batu ginjal sehingga akan terasa seperti getaran. Kalau sudah retak batunya maka lebih mudah dikeluarkan melalui urine," tambah dia.
Proses menghancurkan batu ginjal melalui metode ESWL ini pun hanya memerlukan waktu sekitar 1 jam tanpa pembiusan. Pasien akan diminta berbaring dengan posisi tertentu agar batu ginjal dapat dideteksi melalui USG dan sinar X, sehingga gelombang suara kejut difokuskan pada batu ginjal.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat