Suara.com - Generasi muda merupakan generasi penerus yang harus mampu menghadapi beragam tantangan pembangunan global, dengan segala kreativitas, inovasi dan kemampuan berpikir yang hebat.
Untuk bisa mendapatkan generasi berkualitas, L'Oreal Indonesia kembali menggelar L'Oreal Science Fair #TernyataSainsKeren, yang diikuti 150 SMA dari seluruh wilayah DKI Jakarya dan sekitarnya, Rabu (26/7/2017).
Acara ini sekaligus menjadi puncak kompetisi tahunan L'Oreal Girls in Science (LGIS) 2017, yakni kompetisi tahunan yang menantang kepekaan para siswi SMA menciptakan inovasi yang dapat membantu menyelesaikan permasalahan di lingkungan sekitar mereka.
"Acara ini bertujuan untuk bisa menginspirasi anak-anak agar dapat berpartisipasi, dan belajar mengenai sains dalam lingkungan yang menyenangkan. Karena sains begitu dekat dengan kehidupan manusia, dan dapat membantu menjawab permasalahan yang dihadapi dunia," ungkap Head of Communications L'Oreal Indonesia, Melanie Masriel, dalam sambutannya di Gedung Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Jakarta.
Dalam kompetisi yang mengangkat tema Community Impact, L'Oreal Indonesia menantang kepekaan para siswi SMA untuk menciptakan inovasi yang dapat membantu menyelesaikan permasalahan di lingkungan sekitar mereka, sehingga dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Dari 50 proposal karya penelitian, L'Oreal Indonesia lalu menyaringmya menjadi delapan tim finalis yang masing-masing terdiri dari tiga siswi. Mereka tidak hanya presentasi di depan dewan juri, tapi juga didorong untuk bisa menceritakan ide mereka kepada pengunjung yang hadir.
Setelah melewati tahapan penjurian yang komperhensif, dewan juri yang terdiri dari alumni L'Oreal-UNESCO For Women in Science (FWIS) memutuskan SMA Plus Pembangunan Jaya dengan inovasi Three Maskerteens sebagai pemenang pertama dan SMA 3 Malang dengan inovasi Smart Bin Model sebagai pemenang kedua. Juara favorit yang dipilih melalui online voting di Facebook diraih oleh SMAN 1 Bojonegara dengan total 1.432 likes.
"Hasil karya mereka sungguh di luar ekspekstasi. Kami sangat mengapresiasi ide mereka, mulai dari membuat jenis tempat sampah pintar yang dapat mengidentifikasi jenis sampah, model mesin pakan ternak otomatis yang dapat membantu para peternak, atau masker anti polusi double protection yang bermanfaat untuk kesehatan," kata Presiden Direktur L'Oreal Indonesia, Umesh Phadke, dalam kesempatan sama.
Melalui acara ini, diharapkan semakin banyak siswa dan siswi yang terinspirasi menjadi seorang ilmuan di masa yang akan datang, dan memilih sains sebagai pilihan karier mereka.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS