Suara.com - Pada sebagian perempuan, berpendidikan tinggi dengan karier yang bagus biasanya memilih menunda memiliki keturunan. Hingga akhirnya mereka menyadari, usia sudah memasuki 30 tahun memiliki buah hati.
Tak perlu khawatir, studi menunjukkan, kaum hawa yang memiliki keturunan pada usia 30-an cenderung hidup lebih lama dibandingkan perempuan yang hamil, dan melahirkan pada usia 20-an.
Temuan ini didapat para ilmuwan dari University of Coimbra di Portugal setelah membandingkan usia harapan ibu di negara-negara Eropa pada usia 65 tahun yang memiliki anak.
"Hasil yang paling relevan menunjukkan bahwa perempuam cenderung hidup lebih lama atau panjang umur saat mereka hamil anak pertama di usia 30-an," ujar peneliti dalam studi tersebut.
Studi lainnya yang diterbitkan dalam jurnal Menopause, juga menemukan ibu yang melahirkan pada usia 33 tahun atau lebih, cenderung memiliki beberapa penanda DNA yang terkait dengan umur panjang daripada ibu yang melahirkan di usia yang lebih muda. Namun, studi tidak memberikan penjelasan mengapa ibu yang lebih tua dapat hidup lebih lama.
Ahli kesuburan Lord Winston berpendapat, perempuan yang memiliki anak pertama di usia 30 tahun memiliki harapan hidup lebih lama karena mereka umumnya menjalani gaya hidup yang lebih sehat karena kemampuan finansial dan jenjang pendidikan tinggi yang dicapainya.
Meski demikian semakin usia bertambah maka peluang memiliki keturunan pada kaum hawa semakin menurun. Selain itu, hamil dan memiliki anak di usia 30 tahun juga cenderung berisiko bagi bayi dan janin yang dilahirkan. (Independent)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien