Suara.com - Usai habis masa cuti hamil dan melahirkan, Ibu bekerja umumnya memberikan Air Susu Ibu (ASI) eksklusif pada buah hatinya dengan bantuan dot. Namun siapa sangka jika pemberian ASI dengan dot ini dapat mempengaruhi perilaku anak di masa mendatang.
Pakar gizi komunitas Dr. dr. Tan Shot Yen, mengatakan pemberian ASI pada botol dot membuat si bayi menghabiskan susu karena diharuskan, bukan terbiasa merasakan kepuasaan saat menyusu.
"Ini biasanya akan muncul saat usia awal sekolah seperti 6 tahunan. Kalah terbiasa langsung dari payudara ibu anak tahu kapan dia merasa kenyang dan berhennti menyusu," ujar Tan pada temu media peringatan Pekan ASI Sedunia di Jakarta, Kamis (3/8/2017).
Tan menambahkan, anak-anak yang menyusu pakai dot juga kurang bahagia ketimbang anak-anak yang menyusu langsung dari payudara sang ibu. Sebab, si anak tidak memiliki kebebasan untuk mengukur tingkat kenyangnya sendiri.
"Nanti ketika anak belajar makan dia akan cenderung menghabiskan makanan karena dipaksa bukan terbiasa responsif dengan rasa kenyang dan rasa puas karena pola menyusunya yang tergantung pada dot," katanya.
Tan juga menyoroti pemberian makanan pendamping ASI pada bayi usia 6 bulan ke atas yang kini cenderung berupa makanan pabrikan. Pola pemberian MPASI seperti ini, kata dia, akan menghilangkan fase belajar anak terhadap pengenalan cita rasa, tekstur dan kelengkapan gizi terhadap makanan.
"Tenaga kesehatan dan ahli gizi punya kewajiban moral untuk mebimbing ibu menyusui membuat MPASI bermutu. Jangan harap anak suka makan sayur bayam kalau jaman MPASInya makan bubuk bayam bukan sayur bayam asli," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Dompet Penarik Rejeki Warna Apa? Ini Pilihan agar Kamu Beruntung sesuai Shio dan Feng Shui
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh
-
Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek
-
Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini
-
Tuba Falopi Istri Diangkat, Program IVF Wujudkan Mimpi Aktor Rifky Alhabsyi Punya Anak
-
Waspada Penyakit Virus Ebola: Kenali Gejala Awal dan Langkah Pencegahannya
-
Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga
-
Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental
-
Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026
-
Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus