Suara.com - Hari Donasi Organ diperingati pada tanggal 13 Agustus setiap tahunnya. Ini mulai menciptakan kesadaran masyarakat tentang kebutuhan menyumbangkan organ.
Ratusan orang sekarat setiap tahun karena kegagalan organ. Karenanya, menyumbangkan organ untuk menyelamatkan nyawa mereka adalah hal yang penting.
Sayangnya, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui, tentang organ-organ apa saja yang dapat disumbangkan dan ditransplantasikan.
Umumnya organ yang memiliki kemampuan untuk menyembuhkan dan memperbaiki dirinya sendiri dapat disumbangkan, sehingga kesehatan pendonor tidak terpengaruh. Dengan kemajuan ilmu kedokteran saat ini, proses transplantasi organ sangat aman dan tidak akan mempengaruhi kualitas kehidupan donor.
Berikut, beberapa organ yang bisa didonorkan, dilansir dari Boldsky:
1. Jantung
Jika Anda ingin menjadi pendonor jantung, Anda bisa melakukannya saat Anda sudah dinyatakan meninggal. Penerima biasanya adalah pasien yang menderita gagal jantung atau orang yang lahir dengan cacat jantung. Begitu pendonor dinyatakan meninggal, transplantasi harus cepat dilakukan.
2. Ginjal
Untuk mendonorkan ginjal, Anda bisa dalam kondisi hidup ataupun saat Anda sudah meninggal. Ini akan diterima oleh pasien dengan gagal ginjal. Ginjal dari pendonor yang hidup akan menyingkirkan dialisis selama sisa hidup mereka. Sedangkan untuk pemdonor, sisa ginjal akan membesar dan bekerja bersama-sama untuk ginjal yang hilang.
3. Paru-paru
Sama seperti pendonor ginjal, Anda bisa melakukannya dalam keadaan hidup ataupun meninggal. Ini mungkin berguna jika penerima membutuhkan satu paru-paru.
Pada beberapa pasien dengan penyakit paru-paru, sangat penting untuk mengganti kedua paru-paru, namun, kedua paru-paru hanya bisa didonorkan dari seseorang yang sudah meninggal. Transplantasi paru meningkatkan harapan hidup pada orang dengan penyakit paru stadium akhir.
4. Pankreas
Pendonor hidup dapat menyumbangkan sebagian pankreasnya. Transplantasi pankreas biasanya dilakukan pada orang yang memiliki diabetes tipe-1 dan gagal ginjal stadium akhir. Dalam kasus seperti itu, ginjal dan pankreas keduanya ditransplantasikan.
Bila pankreas baru ditransplantasikan, yang lama biasanya tidak diangkat. Pasien dapat hidup tanpa transplantasi pankreas tetapi harus hidup dari insulin dan suplemen enzim selama sisa hidupnya.
5. Hati
Seorang pendonor hidup dapat menyumbangkan sebagian hatinya ke orang dengan gagal hati. Hati pendonor akan beregenerasi dan tidak akan mempengaruhi gaya hidup. Transplantasi hati akan memberi kesempatan hidup baru kepada orang-orang dengan gagal hati atau kanker hati.
6. Usus
Pasien dengan penyakit usus yang mengancam jiwa atau sindrom usus pendek mungkin memerlukan transplantasi usus. Biasanya usus kecil membutuhkan transplantasi. Ini adalah jenis transplantasi organ yang paling langka dilakukan. Seorang donor hidup dapat menyumbangkan sebagian dari usus mereka.
7. Kornea
Jaringan transparan dan melengkung yang menutupi iris dan pupil kita sangatlah penting. Hal ini memungkinkan cahaya melewatinya dan memungkinkan kita untuk melihat. Hampir semua orang bisa memenuhi syarat untuk menyumbangkan kornea jika tidak terancam dengan penyakit yang sangat menular.
Ini mengembalikan penglihatan mata kepada mereka yang menderita kebutaan kornea. Hanya saja, cuma mereka yang sudah meninggal yang dapat menyumbangkan korneanya dan transplantasi harus dilakukan dalam waktu 24 jam.
8. Kulit
Transplantasi kulit biasanya disebut sebagai cangkokan kulit dan digunakan untuk mengobati luka bakar dan kehilangan kulit karena infeksi. Hanya pasien yang sudah meninggal yang bisa menyumbangkan kulit.
Siapapun dapat menyumbangkan kulitnya tanpa memandang usia atau warnanya, tapi bukan orang yang menderita penyakit menular atau AIDS. Kulit harus disumbangkan dalam waktu 6 jam setelah kematian dan hanya bagian atas 1/6 dari kulit yang bisa dicangkok.
9. Katup jantung
Seorang pasien dengan kalsifikasi katup akan memerlukan transplantasi katup. Ini dianggap sebagai transplantasi yang menyelamatkan nyawa dan akan mengembalikan fungsi normal jantung. Pendonor katup jantung harus mereka yang sudah meninggal dunia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Terkini
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya