Suara.com - Sebuah kisah yang sejatinya hanya ada dalam film-film horor terjadi di Cina. Beberapa rumah sakit negara diketahui "memanen" organ-organ tubuh dari puluhan ribu tahanan. Yang mengerikan, organ itu diambil saat para tahanan dalam keadaan hidup tanpa bius.
Rupanya hal mengerikan ini sudah berlangsung lebih dari satu dekade. Praktik di luar kemanusiaan ini terbongkar setelah seorang pembuat film, Leon Lee, ikut dalam tim peneliti bentukan pengacara hak asasi manusia, David Matas dan mantan anggota parlemen Kanada, David Kilgour.
Lee mengatakan, apa yang mereka temukan adalah sebuah perbuatan yang paling mengerikan yang belum pernah disaksikan dunia.
"Seorang polisi bersenjata yang bertugas menjaga ruang operasi menyaksikan organ diambil dari perempuan berusia 30 tahunan tanpa obat bius," ujar Lee.
"Satu hari sebelumnya, mereka terlebih dulu menyiksa perempuan itu, memerkosanya. Apa yang mereka lakukan di luar imajinasi kita," Lee menambahkan.
Tindakan mengerikan ini biasanya dilakukan di tempat-tempat yang mudah dikontrol seperti rumah sakit militer, kamp buruh, atau penjara. Organ yang dipanen antara lain, jantung, hati, kornea mata, paru-paru, kulit, ginjal. "Pada dasarnya, mereka mengambil semua," kata Lee.
Lee percaya, sudah lebih dari 65.000 yang menjadi korban. Film dokumenter buatan Lee ini rencananya akan ditayangkan sebuah stasiun televisi Australia.
Tahanan Politik
Dalam film dokumenternya, Lee juga mewawancarai perempuan yang bersama suaminya yang dokter terbang meninggalkan Cina. Sang istri mengungkap, selama berdinas suaminya pernah mengambil lebih dari 2.000 kornea mata pasien yang masih hidup tanpa bius.
Sang dokter dikabarkan mengalami tekanan jiwa dan sering terbangun pada malam hari karena dihantui mimpi buruk. Sang istri juga mengungkap, pemerintah Cina berusaha membunuh suaminya setelah kabur dari Cina.
Saat ini Cina memang menjadi salah satu penyumbang organ terbesar kedua dunia, di bawah Amerika Serikat. Yang berbeda, jika di AS calon penerima organ harus menunggu berbulan-bulan, di Cina hanya perlu tiga pekan.
Pada 2006 lalu, sebuah laporan muncul tentang eksekusi puluhan ribu anggota Falun Gong, kelompok agama yang terlarang di Cina. Saat itu, beberapa kasus keluarga secara tak sengaja melihat foto anggota mereka dengan bekas pembedahan. Saat itu, pemerintah mengatakan hal itu adalah bekas otopsi.
Lee menambahkan, korban juga banyak yang merupakan tahanan politik atau orang yang ditangkap karena memiliki paham yang bertentangan dengan penguasa.
Dari investigasi diketahui aksi "panen" organ bisa menghasilkan triliunan rupiah.
Pemerintah Cina langsung membantah tuduhan dari temuan terbaru, termasuk film dokumenter Lee. Mereka mengklaim semua organ didapat dari donor secara sukarela. (news.com.au)
Berita Terkait
-
10 Mobil PHEV Terlaris April 2026, Merek China Kuasai Pasar Indonesia
-
Resep Kaya ala Orang Cina: Ketika Strategi yang Tepat Terlihat Seperti Hoki
-
4 Drama China yang Bakal Tayang di Bulan Mei, Mana yang Kalian Tunggu?
-
Modus Perusahaan Cangkang, Bareskrim Sikat Penyelundup 56 Ribu iPhone Ilegal Senilai Rp235 Miliar!
-
Banjir Rendam 20 RT di Jakarta Timur, Titik Tertinggi Hampir Setinggi Orang Dewasa
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
Terkini
-
Bantah Pemerintah Larang Nobar Film Pesta Babi, Menko Yusril: Silakan Tonton dan Debat!
-
Italia Murka Israel Serang Pasukan Perdamaian PBB yang Tewaskan Tentara Indonesia
-
Tolak SPPG di Dalam Kampus, UMY Usul Fokus Jadi Mitra Kajian Program MBG
-
'Kode Merah' di Balik Room VIP: Bareskrim Bongkar Modus Narkoba di B-Fashion dan The Seven Jakbar
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Israel Jadi Negara Paling Tidak Disukai di Dunia Menurut Survei Global 2026
-
Sadis! Hanya Demi Motor, Pemuda di Karawang Nekat Habisi Nyawa Adik Kelas di Bantaran Citarum
-
Mahfud MD Ungkap Isi Obrolan dengan Jokowi di Kondangan Soimah: Gak Ada Bahas Politik
-
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan ke MK: Soroti Ancaman Denda Rp500 Juta dan Kontrol Global
-
Siswa SMK Karawang Terancam Hukuman Mati Usai Rencanakan Pembunuhan Adik Kelas