Suara.com - Beragam masalah kesehatan, seperti penyebaran penyakit dari suatu negara ke negara lain, tidak mengenal batas negara. Apalagi, Indonesia yang merupakan negara kepulauan berbatasan langsung dengan negara tetangga lainnya, seperti Singapura dan Malaysia.
Karena itu, Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek menekankan pentingnya kerja sama di bidang kesehatan antarnegara ASEAN.
"Sektor kesehatan merupakan sektor yang jelas menunjukkan kerja sama lintas negara merupakan hal penting, karena permasalahan kesehatan seperti penyebaran penyakit tidak mengenal batas negara," ujar Menkes Nila dalam peringatan HUT ke-50 ASEAN, Kamis (24/8/2017).
Salah satu contoh nyata kerja sama antarnegara di Asia Tenggara dalam bidang kesehatan, kata Menkes Nila, adalah kasus MERS-CoV yang pernah menjangkiti warga Thailand. Namun, dengan kerja sama antar negara di ASEAN, kasus MERS-CoV yang disebabkan virus Corona tidak menyebar ke negara Asia Tenggara lainnya.
"Kalau kita tidak bersatu itu tidak baik. Kita punya International Health Regulation (IHR) dan itu harus diterapkan untuk menjaga agar semua regional jangan kena, kemaren seperti virus zika, ada di Singapura bisa stop ada di negara itu saja jangan menyebar ke mana-mana," jelas Menkes.
Selain itu, kerja sama ekonomi ASEAN menuju perdagangan bebas produk kesehatan diharapkan dapat meningkatkan keterjangkauan masyarakat terhadap harga obat, dan alat kesehatan.
Sementara itu, perdagangan bebas jasa kesehatan diarahkan untuk meningkatkan daya saing tenaga kesehatan dan pemerataan fasilitas pelayanan kesehatan.
"Pertukaran tenaga kesehatan, mobilisasi, ini masih dalam tahap pembahasan. Apa dokter Indonesia boleh praktek di Singapura misalnya, nah mereka masih bilang nanti dulu, kompetensinya sama nggak? Atau dokter di Myanmar mau masuk ke indonesia, nanti dulu. Itu yang harus dilaksanakan, jangan sampai orang tidak kompeten masuk ke negara kita," tandasnya.
Baca Juga: Menkes Ajak Kementerian Lain Ciptakan Sekolah Sehat
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga