Suara.com - Kini periset tengah mengembangkan metode pengiriman magnetik terbaru yang dipercaya dapat mencegah hingga 50 persen masalah kehilangan pendengaran yang terjadi pada anak-anak akibat proses pengobatan kemoterapi yang digunakan.
Misalnya cisplatin yang biasanya digunakan untuk mengobati kanker pada masa kanak-kanak, tapi ternyata memiliki efek samping dan menyebabkan gangguan pendengaran frekuensi tinggi hingga parah dan permanen pada sembilan dari 10 anak yang mengikuti pengobatan tersebut.
Sebelumnya, steroid yang biasanya digunakan untuk mengurangi gangguan pendengaran akibat cisplatin, ternyata juga dapat mengurangi keefektifan dan kemampuan cisplatin untuk membunuh sel kanker pada tubuh anak.
Ini berarti peneliti harus segera mencari alternatif lain yang tidak memberikan masalah satu sama lain dan menghindari efek samping tambahan.Hingga akhirnya peneliti menggunakan medan magnet untuk mendorong nanopartikel besi yang terlipat ke dalam koklea atau telinga bagian dalam dan mengurangi gangguan pendengaran pada tikus yang diberi obat kemoterapi cisplatin dan berhasil memperbaiki pendengaran hingga 50 persen.
"Ini adalah berita bagus bahwa kemajuan sedang dibuat untuk menemukan cara baru untuk melindungi pendengaran anak-anak setelah perawatan kanker dengan cisplatin yang menyebabkan sel rambut sensorik di koklea yang mendeteksi suara mati dan dapat membuat penderita kanker yang telah mengalami pengalaman traumatis, tertekan dan terisolasi, " kata Ralph Holme, Direktur Riset Aksi Gangguan Pendengaran, sebuah badan amal yang berbasis di Inggris, dilanisr Zeenews.
Pendekatan yang dipublikasikan dalam Frontiers in Cellular Neuroscience ini secara signifikan lebih efisien daripada suntikan intra-timpani normal dan dapat digunakan untuk mengantarkan obat apapun ke telinga dan juga digunakan untuk mengantarkan obat ke mata atau bahkan ke dalam kulit.
Peneliti berharap bahwa pendekatan baru ini juga dapat digunakan untuk memberikan berbagai perawatan gen, gen dan stem cell berbasis obat untuk mengobati berbagai jenis gangguan pendengaran.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Dompet Penarik Rejeki Warna Apa? Ini Pilihan agar Kamu Beruntung sesuai Shio dan Feng Shui
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh
-
Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek
-
Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini
-
Tuba Falopi Istri Diangkat, Program IVF Wujudkan Mimpi Aktor Rifky Alhabsyi Punya Anak
-
Waspada Penyakit Virus Ebola: Kenali Gejala Awal dan Langkah Pencegahannya
-
Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga
-
Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental
-
Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026
-
Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus