Suara.com - Infeksi saluran kemih atau ISK adalah salah satu infeksi bakteri yang paling umum terjadi pada seseorang dan melibatkan organ tubuh seperti ginjal, ureter, kandung kemih dan uretra.
ISK lebih sering terjadi pada orang dewasa dibandingkan pada anak-anak. Dan jika Anda seorang perempuan, maka kesempatan terkena infeksi saluran kencing akan semakin tinggi.
Ini terjadi karena uretra perempuan lebih pendek daripada laki-laki, dan berjarak lebih dekat ke anus, sehingga lebih mungkin bakteri mencemari kandung kemih. Untuk perawatan, dokter mungkin merekomendasikan merode yang lebih pendek, seperti minum antibiotik selama satu sampai tiga hari.
Tapi apakah pengobatan singkat ini sudah cukup untuk mengobati infeksi, hal tersebut masih tergantung pada gejala dan riwayat medis seseorang.
Namun, sebuah penelitian terbaru mengklaim bahwa mengkonsumsi cranberry mungkin merupakan cara yang tepat, berisiko rendah, murah dan efektif untuk mencegah ISK kembali datang.
Studi yang dipublikasikan dalam The Journal of Urology, menunjukkan bahwa dokter mungkin merekomendasikan cranberry sebagai lini pertahanan pertama untuk melawan penyakit tersebut.
Periset melakukan analisis dan penilaian menyeluruh terhadap uji klinis manusia dan 28 penelitian terhadap hampir 5.000 pasien.
Mereka menemukan bahwa secara keseluruhan, penggunaan produk cranberry dapat menurunkan risiko yang signifikan secara statistik pada ISK.
Sifat obat cranberry dapat dikaitkan dengan polifenol unik pada kandungannya yaitu, proanthocyanidins (PAC). Kemampuan PAC yang dapat mencegah bakteri penyebab infeksi yang menempel ke dinding saluran kemih mungkin menjadi alasan utama efektivitasnya dalam membatasi pertumbuhan infeksi.
"Penelitian kami mendukung produk cranberry bisa menjadi alat yang ampuh untuk melawan ISK yang sering terjadi," kata Angelo Luis, dari Universidade da Beira Interior di Portugal dilansir Zeenews.
Sementara rekomendasi untuk dosis dan durasi pengobatan, lanjut dia, memerlukan penelitian lebih lanjut, khasiat obat dari produk cranberry telah (diuji) mapan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
-
Tsunami Terjadi di Halmahera Barat dan Bitung, Begini Ketinggiannya
Terkini
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS