Suara.com - Saat hamil dan melahirkan, setiap perempuan akan mengalami beberapa perubahan pada tubuh, salah satunya yang menonjol terjadi pada ukuran perut dan payudara.
Payudara akan terlihat lebih penuh saat perempuan hamil. Pada beberapa perempuan, kolostrum atau cairan kekuningan ringan yang tinggi nutrisi, juga kerap keluar atau bocor pada saat tertentu. Pembuluh darah juga bisa terlihat karena adanya peningkatan aliran darah.
Serta adanya perubahan warna pada payudara, puting susu dan areola? Hal ini memang terjadi pada setiap perempuan yang kehamilannya memasuki trimester pertama, dan perubahannya jauh lebih terlihat saat areola mulai berwarna merah muda. Tidakkah anda tertarik dengan penyebabnya? Berikut penjelasannya yang dilansir dari Boldsky.
1. Hormon
Hormon adalah menjadi penyebab utama mengapa tubuh mengalami perubahan selama selama kehamilan. Adalah estrogen dan progesteron bertanggung jawab untuk semua ini.
Kenaikan hormon kehamilan yang tiba-tiba dikatakan dapat meningkatkan produksi melanin, zat yang memberi warna pada rambut, mata dan kulit. Akibatnya, semakin banyak melanin yang diproduksi, kulit di sekitar puting juga akan menjadi lebih gelap.
2. Paparan terhadap sinar matahari
Meskipun tidak ada penelitian yang mendukung hal ini, diyakini bahwa paparan sinar matahari berjam-jam juga dapat menyebabkan perubahan warna menjadi lebih gelap di sekitar payudara. Paparan sinar matahari dapat meningkatkan produksi melanin, zat penggelapan kulit, yang membuat puting dan areola juga menjadi lebih gelap.
3. Adaptasi evolusioner
Ini adalah penjelasan yang lebih memuaskan daripada yang lainnya untuk hiperpigmentasi pada payudara. Bayi yang baru lahir memiliki penglihatan kabur. Para ilmuwan mengatakan bahwa warna gelap membantu bayi untuk melihat dengan benar saat mereka menyusui. Dengan ini, bayi bisa mendapatkan nutrisi dengan baik dan mendapatkan makanan yang sehat.
4. Berapa lama perubahan warna terjadi pada payudara?
Para ahli mengatakan bahwa perubahan warna areola dan puting susu hanya sementara dan bisa kembali normal setelah melahirkan. Tapi, bagi ibu yang menyusui, perubahan warna pada payudara akan berlangsung lebih lama, ada dan akan kembali normal begitu mereka menghentikannya.
Warna payudara kembali menjadi normal akan terjadi cukup cepat bagi ibu yang tidak menyusui. Namun, bagi beberapa perempuan, warna gelap akan terus ada sepanjang hidup mereka. Tapi, ini benar-benar normal dan bukan kondisi medis yang harus dikhawatirkan.
Faktor lain yang menentukan kemungkinan kembali ke warna normal adalah genetik, BMI, penambahan berat badan, status merokok, dan banyak lainnya.
5. Perubahan lain yang terjadi pada areola dan puting
Selaim perubahan warna, Anda akan merasakan perubahan lain. Seperti puting susu yang lebih menonjol. Bagian ini mungkin juga akan membengkak dan lebib sensitif. Anda mungkin akan merasakan sensasi kesemutan.
Areola akan meningkat beberapa diameter. Dengan kata lain, daerah yang gelap pada payudara akan meningkat secara signifikan. Selain itu, beberapa orang juga bisa menemukan beberapa benjolan kecil di areola.
Ini bukan apa-apa selain Tuberkel Montgomery, kelenjar yang mensekresikan sejenis minyak untuk menjaga puting susu tetap lembab dan bebas kering.
Faktanya, penelitian mengatakan bahwa minyak yang diproduksi kelenjar ini dapar meningkatkan nafsu makan bayi. Selain itu, pertumbuhan rambut juga bisa mincul di sekitar areola.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien