Bayi jatuh dari stroller. (Viral4real)
Rumah Sakit Puruming Postpartum Care Centre di Cina menuai kritik dari netizen di situs jejaring sosial Weibo. Kritik muncul setelah video yang memperlihatkan salah satu perawat menjatuhkan stroller berisi bayi, beredar di internet.
Melansir Viral4real, awalnya sang perawat tengah menjaga bayi yang diletakkan di dalam stroller bayi rumah sakit.
Ia berniat menggeser stroller berisi bayi ke arah depan. Namun entah apa sebabnya, stroller tersebut bergeser dengan tak sempurna hingga akhirnya jatuh.
Bayi yang di dalam pun ikut jatuh. Insiden itu terekam kamera CCTV rumah sakit dan menjadi viral. Namun, pihak rumah sakit mengklarifikasi dengan mengatakan bahwa perawat tersebut merupakan seorang perawat profesional dan berpengalaman.
Ia telah bekerja tiga puluh tahun lamanya di rumah sakit itu. Untungnya, bayi tersebut tidak terluka apapun. Setelah dilakukan CT Scan, tak ditemukan kerusakan pada otaknya.
"Bayi itu tidak terluka. CT scan di People's Hospital menunjukkan tidak ada kerusakan yang terjadi pada otak. Bagaimanapun juga manusia bukanlah Tuhan. Akan ada saat dimana kecelakaan terjadi," ujar pihak rumah sakit.
Kendati demikian, orang tua bayi merasa tak terima dan memutuskan untuk menempuh jalur hukum untuk memperkarakan perawat tersebut.
Menurut seorang pengacara yang mewakili keluarga bayi, Wang Xi, bayinya baru berusia 19 hari saat kecelakaan itu terjadi.
"Seandainya rekaman video CCTV tidak dipublikasikan, berapa lama Anda akan menyembunyikan video ini ke masyarakat?" sindirnya.
Video tersebut membuat warganet geram dan marah di media sosial. Banyak yang mengomentari dan menuduh pekerja tersebut ceroboh dan brutal.
Komentar
Berita Terkait
-
6 Parfum Wangi Bayi di Indomaret yang Beri Kesan Segar dan Muda
-
Respon Keras Menteri PPPA soal Orang Tua Jual Bayi di Medsos: Anak Bukan Komoditas!
-
Geger di Haji Nawi! Jasad Bayi Usia Sehari Dibuang di Tong Sampah, Dibungkus Tas Kertas
-
Polisi Ungkap Jaringan TPPO Jual Beli Bayi Lintas Daerah, Beroperasi dari Jakarta hingga Papua
-
Generasi Sigma 2026: Anak Bayi yang Sudah Ditunggu Algoritma
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia