Suara.com - Secangkir kopi dapat menyebabkan kanker? Jawabannya bisa. Temuan ini didapat oleh kelompok advokasi Council for Education and Research on Toxics setelah mengetahui adanya pelanggaran yang dilakukan gerai kopi seperti Starbucks, Whole Foods dan Trader Joe's.
Kelompok ini, seperti dilaporkan Nypost, berpendapat bahwa perusahaan-perusahaan tersebut sengaja melakukan pelanggaran. Alasannya, mereka kata penggugat tak memberi tahu kepada masyarakat bahwa produknya mengandung bahan kimia yang bisa menyebabkan kanker atau gangguan reproduksi.
Dalam istilah yang lebih sederhana, tuntutan hukum tersebut berpendapat bahwa Starbucks menjual minuman yang bisa menyebabkan kanker, tanpa memberi tahu konsumennya.
Bahan kimia yang terlibat dalam proses pembuatan kopi adalah akrilamida yang banyak digunakan dalam berbagai proses industri, seperti pembuatan pewarna dan plastik. Namun senyawa ini dimiliki secara alami pada beberapa makanan yang mengandung gula dan asparagin, serta asam amino.
Menurut penggugat, proses produksi yang melibatkan adanya pemasakan dalam suhu tinggi dapat meningkatkan senyawa akrilamida. Penelitian pada hewan menunjukkan adanya hubungan antara senyawa kimia ini dengan peningkatan risiko kanker.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mendesak perusahaan makanan untuk menurunkan kadar senyawa ini pada produk mereka karena hubungannya dengan kanker, dan juga memicu gangguan reproduksi seperti yang diujikan pada hewan.
Beberapa makanan ringan yang disukai, seperti kentang goreng dan keripik kentang, mengandung lebih banyak bahan kimia karena suhu tinggi yang digunakan dalam produksinya. Pada kopi, proses pemanggangan biji kopi meningkatkan jumlah senyawa akrilamida.
Meski demikian WHO tidak melarang masyarakat untuk menghindari makanan yang mengandung akrilamida. Namun mereka mengingatkan agar konsumen menjalani pola hidup sehat dan makan seimbang sehingga efek akrilamida dapat ditekan.
Pengacara Raphael Metzger, yang mewakili penggugat dalam tuntutan hukum tersebut, berharap bahwa kemenangan mereka nantinya tidak akan hanya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai senyawa akrilamida tapi juga mendorong perusahaan menghilangkan akrilamida dalam produk mereka.
Baca Juga: Harum Parfum Bisa Bikin Migrain hingga Asma
"Saya kecanduan kopi, seperti dua pertiga populasi lainnya. Yang sedang kami upayakan adalah bagaimana kecanduan ini tidak berujung pada peningkatan risiko kanker," tambah dia.
Jika gugatan dimenangkan kelompok advokasi Council for Education and Research on Toxics, para terdakwa yakni perusahaan kopi harus menambahkan peringatan tentang konsumsi kopi pada kemasannya dan membayar denda perdata sebesar 2.500 dolar atau sekitar Rp 33 juta per orang yang terpapar dampak negatif dari mengkonsumsi kopi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin