Suara.com - Ada dua tipe lelaki di dunia ini. Mereka yang tidur lengkap dengan baju dan celana, dan mereka yang tidur apa adanya — alias telanjang bulat.
Jika Anda termasuk tipe yang terakhir, sepertinya Anda layak berbangga hati dengan kebiasaan tidur yang “nyeleneh” ini. Pasalnya, sejumlah pakar kesehatan berpendapat bahwa tidur tanpa celana dalam dapat meningkatkan kesuburan lelaki. Lho, memang apa hubungannya? Berikut ulasan selengkapnya yang dihimpun hellosehat.com.
Ketika membicarakan seputar kesehatan sperma, ada tiga faktor penting yang harus diperhitungkan: jumlah sperma, bentuk sperma, dan gerakan sperma. Jika ada satu saja kelainan dari ketiga faktor tersebut, maka risiko Anda terhadap masalah kesuburan atau bahkan kemandulan dapat meningkat.
Jenis celana dalam yang Anda gunakan sedikit banyak berpengaruh pada kesehatan testis. Sebagai penghasil sperma, testis dapat menghasilkan sperma dengan kuantitas dan kualitas yang baik jika suhu di sekitarnya tidak lebih tinggi dari suhu tubuh Anda.
Ini yang menjadi alasan kenapa testis terletak di luar tubuh. Jika suhu testis terlalu panas, bahkan hanya naik beberapa derajat dari normalnya, testis tidak akan mampu memproduksi sperma dengan optimal.
Salah satu jenis celana dalam yang dapat meningkatkan suhu di sekitar testis adalah jenis celana dalam ketat atau briefs, termasuk boxer brief. Beberapa peneliti mengungkapkan celana dalam ketat menyebabkan aliran darah ke testis terhambat dan membuatnya tidak leluasa bernapas.
Akibatnya suhu testis meningkat. Pada akhirnya, ini bisa menurunkan jumlah sperma yang dihasilkan. Hal ini secara tidak langsung menyebabkan kualitas sperma jadi buruk.
Penurunan kualitas sperma akibat peningkatan suhu ini pun tak hanya terjadi akibat memakai celana dalam ketat di malam hari, namun juga pilihan celana dalam yang Anda pakai sepanjang beraktivitas di siang hari. Penelitian sebelumnya juga telah menunjukkan bahwa paparan suhu panas dan pakaian ketat memiliki dampak negatif pada kesuburan.
Tidur tanpa celana dalam akan membuat testis lebih leluasa untuk bernapas, sehingga testis dapat memproduksi sperma yang sehat tanpa hambatan. Namun begitu, hal ini masih menjadi pro dan kontra.
Penelitian lain mengungkapkan bahwa tidak ditemukan dampak dari jenis celana dalam yang dipakai terhadap tingkat kesuburan lelaki.
Tidur tanpa celana juga lebih baik untuk kesehatan penis
Paparan suhu tinggi di area selangkangan akan membuat Anda lebih mudah berkeringat. Seharian memakai celana dalam tanpa memberi organ intim Anda waktu rehat untuk bernapas sejenak dapat menjadi sarang empuk bagi bakteri dan jamur yang memang senang hidup di tempat yang gelap, hangat, dan lembap.
Ini membuat Anda lebih rentan mengalami infeksi ragi, yang juga merugikan kesehatan. Melepas celana dalam ketika tidur dapat menjadi salah satu upaya menjaga kebersihan alat kelamin.
Selebihnya, baik itu untuk menjaga kesuburan atau kesehatan organ intim secara keseluruhan, usahakan untuk memakai pakaian dalam yang menyerap udara dan keringat selama siang hari, contohnya celana dalam yang berbahan katun.
Jangan lupa juga, pastikan kebersihan kasur dan tempat tidur terlebih dulu sebelum memutuskan untuk tidur tanpa celana dalam saat tidur.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?
-
Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius
-
Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya
-
Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya