Suara.com - Di era modern ini, obat-obatan dari berbagai macam penyakit seperti HIV telah ditemukan. Namun, mengapa herpes genital, penyakit yang berada di kelamin, masih salah dianggap sebagai hal yang mengerikan?
Virus herpes telah dikenal selama ribuan tahun. Kemunculan antivirus di tahun 1980-an menunjukkan bahwa perusahaan obat-obatan mulai menggambarkan herpes sebagai sesuatu yang mengerikan. Namun, herpes genital dinilai sama sekali tidak menjadi ancaman.
Herpes genital merupakan penyakit kelamin yang disebabkan oleh virus herpes simplex (HSV). Biasanya ditandai dengan bentol-bentol berair pada alat kelamin, anus, atau mulut. Herpes genital dapat menyebar melalui sentuhan, namun lebih sering menyebar melalui hubungan seksual.
Ada dua jenis virus herpes simplex, yaitu herpes tipe 1 dan 2. Herpes tipe 1, disebut juga HSV 1 atau herpes oral, menyebabkan bentol berair (lenting) di sekitar mulut dan bibir. Walaupun HSV 1 dapat menyebar dan menyebabkan herpes genital, herpes genital umumnya disebabkan oleh virus herpes yang lain, yaitu herpes simplex tipe 2 (atau HSV 2).
Banyak yang menganggap herpes yang satu ini tidak menyebabkan kerusakan fisik, dan tidak mewabah, sehingga dinilai tidak menimbulkan masalah sama sekali. Sejumlah besar orang bahkan tanpa menyadarinya menderita herpes genital karena tanpa ada gejala atau efek samping yang dialaminya.
Berikut, beberapa gejala herpes genital yang umumnya tidak disadari:
Nyeri atau gatal di area alat kelamin atau pantat
Benjolan merah kecil atau lenting putih kecil
Luka yang terbentuk setelah lenting pecah
Koreng yang terbentuk setelah luka sembuh
Nyeri saat buang air kecil
Gejala seperti flu seperti pembesaran kelenjar getah bening di lipatan paha, sakit kepala, nyeri otot dan demam.
Benjolan berair yang disebut lenting dapat muncul di sekitar mulut, area anus, dan area alat kelamin. Gejala herpes genital berbeda pada setiap orang. Gejala dan tanda dapat hilang dan timbul selama bertahun-tahun. Beberapa orang dapat mengalami gejala tersebut beberapa kali dalam setahun dan beberapa orang dapat tidak mengalami gejala sama sekali.
Nah, jika Anda mengalami gejala tersebut, baiknya segera berkonsultasi ke dokter. Meski tidak ada obat yang dapat menyembuhkan herpes genital, dokter akan melakukan terapi untuk menghilangkan gejala dan mencegah herpes kambuh lagi. Umumnya dokter hanya akan memberikan antivirus untuk menghilangkan gejala herpes. (Metro)
Baca Juga: Lakukan Hal Ini Jika Pasangan Menderita Herpes Genital
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
1 Ringgit Malaysia Berapa Rupiah? Intip Kurs Terbaru yang Bikin Liburan ke Malaysia Makin Mahal
-
Teks Pidato Resmi Menteri Komunikasi dan Digital untuk Upacara Harkitnas 2026
-
7 Rekomendasi Parfum Pria Tahan Lama di Alfamart yang Wanginya Nagih
-
Teks Doa Hari Kebangkitan Nasional 2026 dan Link Download Lampiran Resminya
-
Aturan Ziarah Hari Kebangkitan Nasional 2026, Ini Jadwal dan Lokasi Resminya
-
Link Download Logo Hari Kebangkitan Nasional 2026 Resmi, Lengkap dengan Tema dan Filosofinya
-
3 Bulan Kelahiran yang akan Dapat Keberuntungan Sebelum Akhir Mei 2026
-
Apa Tema Hari Kebangkitan Nasional 2026? Ini Pedoman Resmi dari Komdigi
-
Tas Tangan Warna Apa yang Membawa Keberuntungan? Ini Tips Buat Cewek-Cewek
-
5 Sepatu Lari Asics Terbaik untuk Easy Run, Tempo hingga Maraton