Suara.com - Apakah Anda termasuk orang yang tidak bisa mulai beraktivitas jika belum minum kopi? Jika ya, mungkin Anda sudah mengalami kecanduan kopi.
Kopi disebut-sebut dapat membantu seseorang untuk benar-benar ‘bangun’ di pagi hari, karena kafein yang terkandung di dalamnya. Kafein bersifat stimulan yang bekerja mempengaruhi kerja otak dan sistem saraf.
Dalam jumlah kecil, kafein memang dapat menyebabkan seseorang merasa lebih segar, awas, dan fokus. Namun dalam jumlah besar, kafein justru bisa menimbulkan perasaan gugup berlebihan hingga gangguan tidur.
Lantas, bagaimana dengan kebiasaan menyerput kopi di pagi hari? Benarkah pagi hari adalah waktu yang tepat untuk minum kopi?
Faktanya, seperti dikutip Hello Sehat, pagi hari ternyata waktu yang sebenarnya kurang tepat untuk mengonsumsi kopi. Mengapa? Ini berhubungan dengan produksi hormon kortisol yang cenderung tinggi saat pagi hari.
Hormon kortisol berperan dalam respon terhadap stres dan kadar gula darah yang rendah. Jika Anda mengonsumsi kafein saat hormon kortisol sedang tinggi, maka kafein dapat mempengaruhi produksi hormon tersebut. Sehingga, tubuh Anda akan memproduksi kortisol lebih sedikit dan menyebabkan tubuh menjadi cenderung mengandalkan kafein.
Ini juga menjadi penyebab mengapa seseorang mengalami kecanduan kafein, karena kafein seolah-olah menggantikan kerja hormon kortisol yang lebih natural saat ‘membangunkan’ Anda di pagi hari.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
Pilihan
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
Terkini
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin