Suara.com - Kondisi rumah tempat tinggal ternyata juga dapat meningkatkan risiko kanker paru. Hal ini disampaikan oleh Dr. Elisna Syahruddin, Ph.D, Sp.P(K) dari Departemen Pulmonologi dan Respiratori FKUI/RSUP Persahabatan.
Alasannya, rumah yang tidak memiliki ventilasi yang baik rentan terpapar gas radon yang dapat meningkatkan risiko kanker paru apabila terhirup. Gas radon sendiri merupakan gas radioaktif yang dihasilkan dari pembusukan normal unsur uranium, thorium, dan radium dalam batuan dan tanah.
"Basement dan lantai pertama rumah biasanya mengandung kadar radon tinggi karena paling dekat dengan tanah," ujar dr Elisna pada Media Health Forum di Jakarta, Selasa (6/2/2018).
Ia menambahkan, ketika terhirup, partikel radioaktif dari radon bisa merusak sel yang melapisi paru-paru. Namun di Indonesia, kata dia, belum ditemukan kasus kanker paru-paru akibat paparan gas radon karena kebanyakan rumah telah memiliki fondasi lantai sehingga tidak langsung menyentuh tanah.
"Penyebab utamanya masih akibat rokok," tambah dia.
Namun untuk menghindari paparan radon berlebih, dr. Elisna mengimbau agar masyarakat memiliki ventilasi yang baik pada rumah. Hal ini bertujuan untuk membuat level paparan radon menjadi normal. Jika tinggal di apartemen, pastikan dapur menggunakan exhaust fan sehingga sirkulasi udara berjalan lebih lancar.
"Batas fondasi rumah 50 meter dari atas permukaan tanah sudah masuk kategori aman," tambah dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?