Suara.com - Para ahli kesehatan umumnya kerap mengimbau agar pasien dengan gangguan irama jantung seperti aritmia untuk membatasi konsumsi kopi atau minuman berkafein.
Namun baru-baru ini temuan yang didapat ahli jantung di Australia mendapatkan bukti yang memperlihatkan manfaat kopi bagi pasien penyakit jantung.
Peneliti yang terhimpun dalam Baker Heart and Diabetes Institute ini percaya bahwa kafein dapat membantu melindungi dari masalah jantung yang mematikan.
Hal ini terungkap setelah peneliti menganalisis efek kafein bagi aritmia serambi dan bilik jantung. Mereka mendapati bahwa kafein menghalangi efek adenosin, zat kimia yang dapat meningkatkan risiko irama jantung yang tak normal.
Studi yang melibatkan 228.465 orang ini menunjukkan bahwa risiko gangguan irama jantung turun sebanyak enam persen pada peminum secangkir kopi setiap hari. Namun penurunan risiko ini lebih signifikan terjadi pada peminum tiga cangkit kopi yakni sebesar 14 persen.
"Ada persepsi publik yang meyakini bahwa kafein adalah pemicu umum untuk gangguan irama jantung. Padahal hasil studi kami menunjukkan sebaliknya," kata Dr Peter Kistler, pemimpin studi dilansir Independent.co.uk.
Meski demikian, ada pula penelitian yang menyebut bahwa kopi dapat meningkatkan risiko gangguan irama jantung. Namun hal ini umumnya terjadi pada pasien yang mengonsumsi 9-10 cangkir per hari.
"Oleh sebab itu kami menyarankan batas yang aman untuk mengonsumsi kopi adalah 300 mg kafein atau setara dengan tiga cangkir kopi," tambah dia.
Namun, Peter menambahkan bahwa pasien dengan gangguan jantung diimbau untuk berkonsultasi dengan dokter mereka sebelum meningkatkan jumlah teh dan kopi yang akan mereka minum.
Baca Juga: Almarhum Deddy Sutomo Akan Dimakamkan Di Jakarta
"Untuk minuman berenergi kami imbau untuk dihindari sepenuhnya," terangnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026