Suara.com - Sperma sangat penting bagi pria untuk memperoleh keturunan, dan semakin banyak sperma yang sehat, maka semakin tinggi peluang lelaki dapat membuahi pasangannya, karenanya penting untuk kaum adam ketahui bagaimana cara memperbanyak sperma.
Seperti kita ketahui sperma adalah sel reproduksi pada pria yang diproduksi oleh testis. Nama lain sperma adalah spermatozoa atau air mani.
BACA JUGA: 5 Stadion Paling Ikonik Piala Dunia, Nomor 3 Paling Bersejarah
Sperma mulai diproduksi saat pubertas hingga pria meninggal. Sperma adalah hal penting bagi pria supaya bisa menghasilkan keturunan.
Sperma yang sehat tergantung pada berbagai faktor seperti:
1. Kuantitas: Sperma yang sehat memiliki 15 juta sperma per milimeter.
2. Kualitas: Sperma yang normal memiliki kepala oval dan ekor yang panjang dan bekerja sama untuk mendorong satu sama lain untuk maju atau bergerak cepat.
3. Gerakan: Sperma yang bagus harus bisa bergerak cepat, menggeliat, dan berenang menembus sel telur melalui leher rahim. Bila jumlah sperma yang bergerak cepat lebih dari 40 persen, maka Anda termasuk subur.
BACA JUGA: Agar Foto Traveling Hasilnya Ciamik, Coba Tips Travel Blogger Ini
Nah, semakin banyak sperma yang sehat, maka kemungkinan terjadinya kehamilan akan semakin besar. Bagaimana bila ternyata jumlah sperma Anda sedikit? Selain memperbanyak jumlah sperma dengan makanan tertentu, Anda juga bisa mencoba cara memperbanyak sperma dengan enam cara seperti dilansir dari meetdoctor.com.
1. Suplemen alami
Mengonsumsi suplemen alami yang mengandung asam folat, L-karnitin, atau L-arginine adalah salah satu cara memperbanyak sperma.
L-karnitin bisa didapatkan dari daging merah dan susu yang juga mengandung asam amino alami sehingga dapat memperbanyak sperma dan membuat gerakan sperma lebih gesit. Asam folat alami bisa didapat dari biji-bijian yang dikombinasikan dengan zinc.
Sedangkan L-arginin ada dalam kacang-kacangan, biji wijen, telur, dan daging. Konsumsi antioksidan, vitamin E, serta selenium juga meningkatkan kecepatan laju dan konsentrasi sperma.
2. Latihan Kegel
Melakukan olahraga otot di area intim seperti Kegel akan membuat pria lebih tahan lama saat berhubungan badan dan mendapatkan orgasme yang lebih memuaskan.
Ketahui letak otot pubococcygeus (PC) ini dengan menghentikan buang air kecil selama beberapa detik. Otot yang berkontraksi tersebut adalah otot PC. Nah setelah itu, biasakan melakukan latihan Kegel dengan mengontraksikan otot PC lalu rilekskan kembali. Lakukan secara rutin, ya!
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?