3. Dibedong seperti bayi
membungkus diri atau bedong bagi orang dewasa telah menjadi satu hal yang populer di Jepang.
Mereka mengatakan bahwa membungkus tubuh sangat rapat dan membuat tubuh melengkung seperti posisi janin mampu membantu mengurangi stres.
4. Main plastik gelembung
Ada alasan mengapa Anda tidak dapat berhenti memecahkan plastik gelembungyang berbunyi plop, plop, plop. Karena hal tersebut terbukti dapat membuat Anda merasa tenang.
5. Meniup balon
Meniup balon memaksa Anda untuk mengambil nafas dalam-dalam dan terkendali. Ini dapat memperlambat detak jantung dan membuat otot-otot lebih rileks.
6. Cium aroma pasangan
Kedengarannya menyeramkan tetapi sebuah penelitian di Kanada menemukan bahwa mencium aroma pasangan mampu mengurangi tingkat hormon stres, kortisol. Sementara itu, mengendus pakaian orang asing memiliki efek sebaliknya.
7. Kunyah permen karet
Selain menyegarkan napas, mengunyah permen karet juda dapat menurunkan kadar kortisol Anda.
8. Ngobrol dengan binatang peliharaan
Ajak teman kucing atau anjing berbicara memang terkesan sedikit gila. Tetapi beberapa penelitian menunjukkan bahwa berbicara dengan hewan peliharaan dengan nada senang atau ceria mampu mengurangi tanda-tanda stres.
Hasil penelitian dari University of South Carolina juga menemukan bahwa interaksi yang sehat dengan binatang peliharaan dapat mengurangi detak jantung dan tekanan darah.
9. Melihat akuarium
Akuarium merupakan salah satu tempat bahagia bagi anak-anak. Dan pada saat yang sama, akuarium juga mampu mengurangi tingkat stres orang dewasa.
Baca Juga: Neno Warisman Demo di Markobar, Gibran: Ditunggu Ordernya ya
Hal tersebut diungkapkan oleh tim peneliti dari Plymouth University dan University of Exeter di Inggris.
Mereka menyimpulkan bahwa melihat ikan di akuarium mampu mengurangi detak jantung dan menurunkan tekanan darah.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
Terkini
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?