Suara.com - Air putih merupakan hal pertama yang kita cari setelah selesai makan. Bahkan, ada beberapa orang yang melanjutkan beberapa suap makanan dengan meneguk air. Namun secara medis, meneguk air setelah selesai makan tak baik bagi kesehatan.
Seperti dilansir Boldsky, meneguk air ternyata harus dihindari tak hanya setelah makan tapi juga sebelum makan. Menurut sebuah penelitian, seseorang harus menunggu setidaknya setengah jam setelah makan untuk meminum air.
Alasannya, tubuh butuh waktu sekitar dua jam untuk mencerna makanan. Ada proporsi cairan-padat tertentu yang perlu dipertahankan saat tubuh kita mencerna makanan.
Keseimbangan ini akan terganggu jika kita mengonsumsi air secara langsung setelah makan. Hal ini akan membuat kita lebih cepat lapar daripada biasanya. Itu sebabnya konsumsi air sebaiknya dilakukan 30 menit setelah makan tidak merusak proses pencernaan.
Selain itu, minum air setelah makan juga dapat menghambat penyerapan nutrisi penting dalam makanan. Air yang juga pendingin alami, bisa berefek negatif bagi makanan yang masuk sehingga memicu obesitas.
"Air menghambat proses pencernaan yang menyisakan banyak makanan yang tidak dicerna dalam sistem. Glukosa dari makanan yang tidak dicerna dapat diubah menjadi lemak, sehingga memicu obesitas," bunyi penelitian tersebut.
Terlepas dari obesitas dan diabetes, menelan air langsung setelah makanan juga dapat meningkatkan kadar asam urat, LDL kolesterol, VLDL dan trigliserida.
"Makanan yang tidak dicerna karena mengonsumsi air langsung setelah makan, menyebabkan peningkatan kadar trigliserida. Kadar trigliserida yang tinggi dapat menyebabkan risiko jantung dan tingkat yang sangat tinggi bahkan dapat menghentikan suplai darah ke otak atau jantung sepenuhnya," tandasnya.
Baca Juga: Sering Menelan Obat Tanpa Minum Air Putih, Awas Risiko Fatal Ini!
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?
-
Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius
-
Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya
-
Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya