Suara.com - Memiliki anak yang cerdas merupakan dambaan setiap orangtua. Demi memastikan buah hatinya cerdas, sebagian besar orangtua rela mengeluarkan kocek tak sedikit untuk mengikutsertakannya dalam berbagai bimbingan belajar.
Padahal disampaikan Dra. A. Kasandra Putranto selaku Psikolog Klinis, anak cerdas tak selalu ditunjukkan dengan nilai rapor yang cemerlang. Menurut dia, anak cerdas memiliki beberapa kriteria, seperti memiliki kemampuan menyerap informasi dengan cepat, memiliki ingatan dan pemahaman yang baik, memiliki kompetensi di satu atau lebih bidang, dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik, serta memiliki ketangguhan dan kemampuan sosiaI-emosional yang baik.
"Kebanyakan anak cerdas merupakan anak yang sangat nyaman dan menyenangkan bila diajarkan berbagai hal. Mereka juga lebih mampu menyesuaikan diri dengan baik sehingga lebih mahir belajar dan lebih mudah dididik," lanjut Kasandra.
Ada empat aspek penting yang harus dimiliki oleh seorang anak cerdas. Pertama anak cerdas itu berani, di mana keberanian akan menumbuhan kepercayaan diri dan kemandirian pada anak, sehingga anak akan lebih siap menghadapi tantangan, mengambil risiko, mencoba pengalaman baru, siap menerima kegagalan, dan tegas dalam mengambil tindakan dan keputusan.
Kedua, anak cerdas itu kreatif, di mana anak mampu berpikir untuk menemukan solusi atau sudut pandang baru yang akan membantunya menyelesaikan masalah-masalah unik di era globalisasi dan digital. Ketiga, anak cerdas itu peduli, yang merupakan salah satu tanda bahwa anak memiliki kecerdasan sosial-emosional dan memiliki empati.
"Penelitian membuktikan bahwa individu dengan kemampuan sosial-emosional yang baik dapat menjalin hubungan dan bekerja sama dengan lebih baik, serta prestasi akademiknya lebih baik," tambah Kasandra.
Terakhir, anak cerdas itu sehat. Sehat ditandai dengan tumbuh kembang yang optimal. Pertumbuhan dan perkembangan anak terjadi secara simultan dan berkesinambungan. Apabila ukuran tubuhnya dapat tumbuh dengan baik, maka akan diikuti juga dengan bertambahnya kemampuan dan fungsi tubuhnya.
"Kecerdasan ini harus dilatih. Kembali lagi tidak mungkin ada anak baru lahir lalu tumbuh cerdas. Jadi perlu peran dari orangtua untuk menggali kemampuan anak bisa dengan dikenalkan dengan mengikuti berbagai kompetisi," tambah dia.
Dalam kesempatan yang sama, Johan Leo, Head of Vitamin PT Kalbe Farma Tbk mengatakan bahwa untuk membentuk anak-anak yang memiliki kepedulian, keberanian, kreativitas dan kesehatan sejak usia dini, bakal menggelar kampanye #AnakCerdasItu. Salah satu bentuk kegiatannya adalah menggelar Cerebrofort Kids Got Talent (KGT) sejak 9-12 Agustus 2018 di Atrium Utama Mall AEON Tangerang.
Baca Juga: Zulkifli: Mayoritas Kader PAN Dukung Prabowo Jadi Presiden
"Dalam acara ini kami mencari anak-anak berbakat di mana ada kompetisi Cover Model untuk anak usia 1-6 tahun dan Zona Anak Cerdas yang berisi permainan dan aktivitas untuk menumbuhkan kepedulian, kreatifitas, keberanian pada anak," tambah dia.
Selain di Mall AEON Tangerang, event ini juga berlangsung di Hartono Mall Solo 31 Agustus 2 September 2018, Mall AEON Cakung 7-9 September 2018, Botani Square Bogor 5-7 Oktober 2018, Baywalk Mall Pluit 26 28 Oktober 2018 dan Nipah Mall Makassar 2-4 November 2018 dan Pelaksanaan Grand Final pada bulan Desember 2018 di Indonesia Mother and Baby Expo di Jakarta.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Ruam Popok Bukan Sekadar Kemerahan, Cara Jaga Kenyamanan Bayi Sejak Hari Pertama
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
-
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal
-
Lupakan Diet Ketat: Ini 6 Pilar Nutrisi Masa Depan yang Bikin Sehat Fisik dan Mental di 2026
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Rahasia Puasa Tetap Kenyang Lebih Lama Tanpa Loyo, Ini Pendamping Sahur yang Tepat
-
Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak
-
Zero-Fluoroscopy, Solusi Minim Risiko Tangani Penyakit Jantung Bawaan Anak hingga Dewasa