Suara.com - Seorang kakek asal India berusia 82 tahun harus dilarikan ke rumah sakit setelah penisnya lepas dan terjatuh.
Sebelum kejadian nahas itu terjadi, kakek yang tak disebut namanya itu sempat mencari pengobatan ke klinik, karena mengeluh adanya luka di area penis yang sudah ada sejak setahun ke belakang.
Kakek tersebut juga menderita pembengkakan yang parah sehingga harus diberi antibiotik untuk menghentikan infeksi bernanah di area penisnya.
Tapi dua minggu kemudian, kakek itu harus masuk rumah sakit ketika rasa sakitnya semakin memburuk dan ulkus di penisnya membusuk yang kemudian menyebabkan penis tersebut jatuh.
"Pemeriksaan klinis mengungkapkan hampir hilangnya penis," kata Dr Gaurav Garg, dari King George Medical University di India, yang menulis laporan kasus tersebut dalam BMJ dilansir news.com.au.
Tes yang dilakukan pada sisa tunggul penis mengungkapkan bahwa lelaki tersebut memiliki karsinoma sel skuamosa, atau sejenis kanker kulit.
Karena kejadian tersebut, pasien tidak dapat buang air kecil dengan benar. Dokter lalu melakukan operasi untuk memasukkan kateter dan memungkinkan pasien buang air lebih nyaman. Tapi karena kanker sudah menyebar, pasien kemudian meninggal dunia 15 hari kemudian.
"Dalam kasus ini, pasien mengabaikan gejala awal dan akhirnya mengembangkan penis-amputation (penisnya jatuh), abses inguinal dan metastasis yang meluas," tambah Dr Garg.
Kata Garg, auto-amputasi penis dapat terjadi baik, karena emboli tumor memblokir arteri atau karena invasi tumor secara langsung.
Baca Juga: Pacaran Bikin Umay Shahab Tak Bisa Berkarya
Lelaki itu juga dianggap membiarkan kondisinya semakin memburuk, karena kurang pengetahuan tentang perawatan medis.
Karsinoma sel skuamosa sendiri merupakan salah satu jenis kanker kulit non-melanoma. Ini adalah kanker sel keratinosit yang berada di lapisan luar kulit.
Sel-sel kanker tersebut biasa ditemukan di wajah, leher, kulit kepala, lengan, punggung tangan dan kaki bagian bawah, tetapi dapat terjadi di mana saja di tubuh.
Seperti semua kanker, jika tidak ditangani dengan segera, penyakit ini dapat menyebabkan efek samping yang buruk hingga berakhir kematian.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress
-
Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama
-
Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia
-
Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak
-
Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini
-
Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes
-
Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol
-
Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu
-
Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat
-
Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak