Suara.com - Tren tanam benang yang disebut thread lift dalam perawatan di klinik estetika, tidak hanya di kalangan perempuan usia 35 hingga 50 tapi juga diikuti oleh perempuan muda yakni 20 an.
Tampil dengan wajah muda dan ketat serta tampak segar dan cerah memang dambaan perempuan.
Tapi tidak sedikit yang mengambil langkah instan dan tidak terpercaya, yakni melakukan botox, filler dan tanam benang di salon kecantikan sehingga memberikan hasil yang berbahaya bukan hanya untuk jangka pendek tapi juga untuk jangka panjang.
Hasil jangka pendeknya banyak perempuan yang mengalami pembengkakan hingga pendarahan saat melakukan tanam benang di tempat yang tidak memiliki sertifikasi untuk tindakan tersebut.
Sedangkan untuk jangka panjang, yakni kulit turun dan benang yang ditanam putus atau keluar karena tidak terserap di tubuh.
Menanggapi tren tersebut dr Irene Sakura Rini, Wakil Presiden dari Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Plastik (Perapi) menuturkan sebagai ahli di bidang operasi plastik menganjurkan calon pasien yang ingin melakukan prosedur estetika termasuk thread lift, untuk melakukan kunjungan teratur ke dokter serta klinik estetika yang terpercaya sebelum menjalani prosedur.
"Jumlah dokter yang tersertifikasi dan memiliki pengalaman di bidangnya ternyata tidak sebanding dengan jumlah permintaan konsumen, jadi bukan bergantung berapa usia yang ingin melakukan tindakan thread lift tapi siapa dan bagaimana ditanganinya," kata dokter yang menjadi narasumber dalam Peluncuran Happy Lift Relife di Indonesia, Kamis(30/08/2018).
Hal ini pun ditanggapi dr Lilik Norawati dari Kelompok Studi Dermatologi Indonesia (KSDKI) yang juga menganjurkan calon pasien untuk melakukan konsultasi kepada dokter ahli yang bersertifikasi sebelum melakukan thread lift.
"Tentunya memiliki pengetahuan mempuni di bidang anotami, saraf, pembuluh darah dan subkutis (lapisan kulit terdalam). Paham dengan benar bagaimana mencegah benang mencuat keluar dari kulit dan menghindari pembedahan yang tidak diperlukan serta memahami area berbahaya di wajah untuk mencegah infeksi," jelas dokter yang juga menjadi narasumber dalam Peluncuran Happy Lift Relife di Indonesia ini.
Baca Juga: Perang Tagar Pilpres 2019, Menkominfo: Kita Jangan Baperan
Menurutnya untuk kasus kulit kendur berat tidak dianjurkan melakukan thread lift karena hanya untuk kulit kendur ringan atau sedang, sehingga konsultasi pada dokter bersertifikasi dan menggunakan produk yang benar juga cukup memberikan penentuan hasil yang baik.
Perusahaan farmasi Italia yang kini tersebar di 100 negara baik itu Eropa dan Asia serta menjadi terdepan di dunia. Menarini, melihat adanya kebutuhan untuk mengedukasi calon pasien di Indonesia mengenai prosedur serta estetika yang tepat untuk kebutuhan mereka.
Oleh sebab itu, Menarini meluncurkan inovasi terbarunya yang dinamakan 'Happy Lift' Relife di Indonesia.
Metode terbaru di bidang thread lift untuk membantu calon pasien mendapatkan penampilan seperti yang mereka inginkan dengan hasil yang lebih tahan lama.
"Meningkatnya permintaan pasien akan prosedur thread lift yang dipengaruhi oleh tren menarik di bidang dermatologi estetika, antara lain meningkatnya permintaan calon pasien yang ingin melakukan prosedur estetik, yang menyebabkan prosedur dimulai dari usia muda. Sehingga keberhasilan dan keamanan penanganan kerap menjadi perhatian utama para calon pasien," ujar Sunarko, Sr Product Manager, Menarini Indonesia.
Happy Lift adalah benang monofilamen yang dapat diserap dan telah dipatenkan. Benang didesain untuk mengangkat dan menahan jaringan kulit yang kendur atau bergelambir agar wajah terlihat segar dan yang lebih sempurna, ujar Sunarko.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Perawatan Kulit Personal Berbasis Medis, Solusi Praktis di Tengah Rutinitas
-
Implan Gigi Jadi Solusi Modern Atasi Masalah Gigi Hilang, Ini Penjelasan Ahli
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026