Suara.com - Suka foto selfie ternyata berhasil menyelamatkan nyawa orang-orang ini. Lewat foto selfie, mereka menemukan tanda penyakit yang menyerang tubuhnya.
Foto selfie atau swafoto kerap dianggap sebagai kebiasaan yang narsis. Bahkan kecanduan selfie pun kerap diidentikkan dengan sesuatu yang negatif.
Namun keempat orang ini menyadari dirinya mengidap penyakit tertentu setelah mengamati hasil selfie yang diabadikannya lewat ponsel. Berikut adalah bukti bahwa selfie bisa menyelamatkan hidup Anda, seperti dilansir Medical Daily.
1. Stroke
Juanita Branch, 63, menyadari bahwa dirinya mengidap stroke pada Agustus lalu setelah mengamati hasil selfie dirinya di Facebook. Dalam foto selfie itu, Branch melihat satu sisi wajahnya tak sama dengan sisi lainnya. Menyadari ada yang tak beres, Branch pun memeriksakan kondisinya ke rumah sakit.
Berkat foto selfie ini, Branch lebih cepat menyadari ketidak beresan yang terjadi pada tubuhnya dan Ia juga lebih cepat mendapat pertolongan yang menyelamatkan nyawanya.
"Jika kita memberikan obat penghancur gumpalan lebih dari tiga jam itu bisa berbahaya. Pasien bisa mengalami pendarahan di otak dan mengancam nyawanya," ujar Dr. Jason Muir, dokter UGD di Rumah Sakit Henry Ford Macomb.
2. Melanoma
Selfie juga menyelamatkan Cloe Jordan (21) yang lahir dengan tahi lalat di perut menyadari bahwa tanda lahir tersebut berubah ukuran dan berubah warna. Hal ini disadarinya setelah melakukan foto selfie saat memakai bikini di pantai.
Merasa ada yang tidak beres, Cloe lantas melakukan pemeriksaan ke dokter. Hasil tes menyebutkan bahwa Ia mengidap melanoma dan harus dilakukan operasi pengangkatan. Selain lebih mengetahui gejala kanker kulit, Cloe juga menyoroti pentingnya penggunaan tabir surya di luar ruangan.
3. Depresi
Dalam penelitian pada 2017 yang dilakukan Universitas Harvard dan Universitas Vermont, para peneliti menganalisis pengaruh Instagram terhadap 166 responden untuk mendeteksi adanya gangguan kesehatan mental.
Peneliti menemukan bahwa pengguna Instagram yang cenderung menggunakan tone foto lebih gelap seperti biru atau abu-abu, kerap sendiri saat mengunggah foto dan menggunakan filter dalam foto selfie yang diunggah menunjukkan tanda-tanda depresi.
4. Parasit
Melakukan foto selfie juga membantu seorang perempuan berusia 32 tahun menemukan adanya benjolan yang tampaknya bergerak di sekitar wajahnya. Studi kasus yang dipublikasikan pada 2018 itu mengungkapkan bahwa benjolan yang muncul di wajah perempuan itu adalah cacing parasit.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Ruam Popok Bukan Sekadar Kemerahan, Cara Jaga Kenyamanan Bayi Sejak Hari Pertama
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
-
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal
-
Lupakan Diet Ketat: Ini 6 Pilar Nutrisi Masa Depan yang Bikin Sehat Fisik dan Mental di 2026
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Rahasia Puasa Tetap Kenyang Lebih Lama Tanpa Loyo, Ini Pendamping Sahur yang Tepat
-
Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak
-
Zero-Fluoroscopy, Solusi Minim Risiko Tangani Penyakit Jantung Bawaan Anak hingga Dewasa