Health / Konsultasi
Minggu, 09 September 2018 | 11:30 WIB
Anda yang hobi tato tubuh perlu waspada, karena tinta tato bisa masuk ke kelenjar getah bening. (shutterstock)

Suara.com - Diperlukan jiwa yang berani dan tekad yang kuat untuk mendapatkan tato permanen tapi tidak sedikit yang melakukakannya, para ilmuwan pun masih menyelidiki bahaya tinta tato masuk ke kelenjar getah bening.

Sebagian besar orang mungkin menghabiskan waktu mereka untuk memikirkan desain apa yang akan dijadikan tato di tubuh mereka, tapi hanya sedikit orang yang memikirkan apa yang akan terjadi pada tinta tato saat disuntikkan ke dalam kulit mereka.

Sebenarnya, para ilmuwan pun masih menyelidiki hal tersebut. Kenapa tinta tato bisa bertahan di bawah kulit? Apakah tintanya akan masuk lebih jauh lagi ke dalam tubuh? Cari tahu apa kata para ahli di bawah ini seperti dilansir dari Hello Sehat.

Untuk membuat sebuah tato permanen, seorang seniman tato menggunakan jarum kecil yang menusuk kulit pada frekuensi 50-3.000 kali per menit. Jarum suntik menembus kulit melewati epidermis hingga ke lapisan dermis dan meninggalkan pigmen warna di seluruh area tersebut.

Lapisan dermis terdiri dari serat kolagen, saraf, kelenjar keringat, kelenjar sebasea, pembuluh darah, dan berbagai komponen lain yang membuat kulit tetap terhubung ke bagian tubuh lainnya.

Setiap kali jarum menembus kulit, tusukan tersebut menyebabkan luka di kulit dan menyebabkan tubuh untuk memulai proses peradangan yang merupakan metode kulit untuk mengatasi bahaya.

Sel sistem kekebalan tubuh akan berdatangan ke lokasi luka dan mulai memperbaiki kulit. Sel-sel sistem imun inilah yang membuat tato bersifat permanen di kulit Anda.

Ke Mana Tinta Tato Tersebar?

Sebagian besar pigmen tinta tato tetap berada di kulit setelah seseorang ditato. Tinta yang tidak dibersihkan oleh sel sistem imun yang disebut makrofag, akan tetap berada di lapisan dermis kulit, sehingga desain tato dapat terlihat di kulit orang tersebut.

Baca Juga: Kisah Nara, Perempuan Pemberani yang Pantang Menyerah

Peneliti mengatakan bahwa biasanya tinta tato tidak akan pindah terlalu jauh dari tempat suntikan. Namun, tetap ada sebagian tintanya yang dapat berpindah ke bagian tubuh yang lain, terutama kelenjar getah bening.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Scientific Reports, dibuktikan bahwa pada orang yang bertato dapat terjadi pembesaran kelenjar getah bening, serta ditemukan pigmen tinta tato pada kelenjar getah beningnya.

Lantas, apakah semua jenis tinta tato bisa masuk ke kelenjar getah bening? Untuk menyelidiki efek samping penyebaran pigmen tinta tato, para peneliti menggunakan beberapa tes berbeda untuk menganalisis bentuk tinta yang bisa masuk ke kelenjar getah bening dan kerusakan yang mungkin ditimbulkan pigmen tersebut.

Para ahli menemukan bahwa nanopartikel atau partikel yang berukuran kurang dari 100 nanometerlah yang kemungkinan besar dapat pindah dan masuk ke kelenjar getah bening.

Studi tersebut menemukan bahwa karbon hitam, yang merupakan salah satu bahan paling umum digunakan dalam tinta tato, tampaknya mudah terurai menjadi nanopartikel dan berakhir di kelenjar getah bening.

Mereka juga menemukan titanium dioksida (TiO2), yang merupakan bahan umum dalam pigmen warna putih yang biasanya dikombinasikan dengan warna lain untuk menciptakan nuansa tertentu di dalam kelenjar getah bening.

Load More