Suara.com - Daun kelor atau dalam bahasa ilmiah dikenal dengan sebutan moringa oleifera ternyata memiliki potensi untuk mengatasi malnutrisi yang menjadi masalah gizi di Indonesia, terutama masalah kekurangan kalsium.
Hal ini dibuktikan oleh Pendiri Rumah Kelor, start up yang bergerak di industri produk kesehatan, Felix Bram. Dalam presentasi di ajang Indofood Local Pitch Competition (ILPC) 2018, Felix memaparkan sejumlah manfaat tak terduga dari daun kelor yang mudah tumbuh di Indonesia.
Berdasarkan uji laboratorium yang dilakukan SIG Bogor, Felix mengatakan daun kelor secara alami mengandung 18 dari 20 asam amino esensial yang dapat diserap tubuh dengan baik.
"Nutrisi kelor sangat tinggi terutama asam amino atau protein. Sebanyak 18 asam amino ada di kelor dan jumlah sebanyak ini nggak ada di tanaman lain. Belum lagi kalsiumnya juga lebih tinggi dari susu yakni 500 mg kalsium per 100 gram daun kelor," ujar Felix dalam ajang lndofood Local Pitch Competition (ILPC) 2018 di Jakarta, Rabu (19/9/2018).
Tak hanya itu, Felix mengatakan bahwa zat besi pada daun kelor lebih tinggi dari bayam, begitu juga dengan kandungan vitamin C-nya yang disebut-sebut mengungguli jeruk.
"Menurut hasil penelitian, daun kelor mempunyai kandungan antioxidan (ORAC) yang sangat tinggi mencapai 157,600 micro moles. Angka ini lebih tinggi daripada kandungan antioksidan tumbuhan lain seperti bayam, blueberry, teh matcha dan green tea. Tidak heran bila kelor dijuluki pohon ajaib," tambah Felix.
Di Rumah Kelor, Felix mengolah daun kelor menjadi serbuk moringa, teh, cookies, sabun hingga masker. Untuk mendapatkan daun kelor ini, Felix dan tim menanam sendiri daun kelor secara organik. Menurut dia menanam daun kelor sangat mudah, bahkan dapat tumbuh dalam media pot sekalipun.
"Kita tentu sadar masih banyak masyarakat Indonesia yang mengalami malnutrisi. Ajaibnya, pohon kelor juga tumbuh subur di daerah yang mengalami masalah gizi ini. Kebetulan? Saya rasa tidak. Saya percaya Tuhan memang sudah menyiapkan solusi dari semua permasalahan yang ada," tambah dia.
Atas inovasinya mengulik manfaat dari daun kelor, Felix dan tim Rumah Kelor pun keluar sebagai pemenang utama di ajang ILPC 2018 ini yang digagas PT lndofood Sukses Makmur Tbk, BLOCK71 Jakarta dan Scaling-Up Nutrition Business Network (SBN).
Baca Juga: 7 Sayuran Ini Kaya Akan Protein Nabati
Pemenang kedua diraih oleh Yant Sorghum dari Lombok NTB, dan pemenang ketiga diraih oleh Garda Pangan dari Surabaya. Para pemenang berhak mendapatkan hadiah berupa uang tunai dan mentoring bisnis dari lndofood. Sementara Rumah Kelor juga berkesempatan mengikuti Nutrition Africa Investment 2018 di Nairobi pada Oktober mendatang.
"Salah satu kriteria mengapa Rumah Kelor menjadi pemenang utama karena mereka bukan cuma bikin bisnis tapi juga memikirkan seberapa jauh impactnya untuk membantu masyarakat, dalam hal ini masalah gizi yang ada di Indonesia. Kami sangat senang sebagai ajang pertama, kami bisa memberi kesempatan bagi start up untuk membantu pemerintah melakukan PR-PR yang tidak bisa diselesaikan sendiri," tandas Axton Salim, Direktur PT lndofood Sukses Makmur Tbk.
Wah tidak menutup kemungkinan Indofood akan mengeluarkan Indomie rasa daun kelor karena tinggi kalsium setelah ini. Bagaimana menurut Anda?
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh