Suara.com - Kabar duka datang dari keluarga aktor senior Indro Warkop. Istri Indro, meninggal dunia pada Selasa malam 9 Oktober 2018 usai berjuang melawan penyakit kanker paru stadium empat. Dia divonis sejak Agustus tahun lalu.
Dalam Riset Cancer Today - Globocan 14 persen kasus baru terjadi pada kanker paru di 2018 yakni sebanyak 22.440 kasus pada pria, kanker kolorektal menempati urutan berikutnya dengan 11,9 persen atau 19.113 kasus.
Dokter spesialis paru (konsultan) dr. Elisna Syahruddin, SpP(K) dari RSUP Persahabatan, mengatakan penyebab angka kematian yang tinggi adalah akibat sulitnya mendiagnosis kanker paru secara dini. Banyak orang yang didiagnosis kanker paru, baru menerima diagnosis setelah penyakit telah berkembang. Dari 1/3 diagnosis, kanker yang sudah dikonsultasikan ke dokter biasanya sudan mencapai stadium 3.
"Karena kanker nggak ujug-ujug langsung datang. Ada tahap-tahapnya yang butuh waktu lama bagi sel normal untuk bermutasi menjadi sel kanker," ujarnya.
Beberapa gejala awal ini bisa Anda waspadai dan mesti mendapatkan penanganan dari dokter, Melansir Healthline, berikut gejala kanker paru.
Batuk yang tak kunjung sembuh
Batuk sangat umum terjadi. Namun, jika batuk tidak segera berhenti setelah demam hilang atau tidak membaik setelah diobati, Anda perlu mengunjungi dokter untuk memeriksa paru-paru.
Ada perubahan pada batuk
Batuk kronis sering kali merupakan gejala dari kondisi penyakit lain. Namun, jika kondisi kronis selalu berubah, seperti dari batuk kering kemudian batuk berdahak atau berdarah, Anda perlu mengunjungi dokter untuk memeriksa paru-paru.
Baca Juga: Jelang Amien Rais Diperiksa, Muazin Aksi 212 Pimpin Apel Pasukan
Pernapasan jadi pendek
Pola pernafasan berubah menjadi lebih pendek dan sering kali mengalami sesak. Ini terjadi kare blok kanker menutup jalannya pernapasan.
Sesak napas yang mengeluarkan bunyi
Jika sering merasa sesak napas atau napas Anda berbunyi, hal ini dapat menjadi gejala kanker paru. Kesulitan bernapas disebabkan tumor yang menghalangi saluran pernapasan atau cairan di sekitar paru meningkat, sehingga menekan paru Anda.
Sesak napas usai aktivitas normal
Apabila Anda tidak dapat bernapas dengan normal setelah melakukan aktivitas rutin seperti berangkat kerja berjalan, mengangkat barang, atau melakukan hal-hal yang sebelumnya dapat Anda lakukan tanpa kesulitan bernapas, segera hubungi dokter.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien